Surabaya
Pemkot Surabaya Belum Terapkan Sekolah Online, Cak Eri: Belajar Daring Hemat BBM, Tapi Ada Risiko
Pemkot Surabaya Belum Terapkan Sekolah Online, Cak Eri: Belajar Daring Hemat BBM, Tapi Ada Risiko
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Eko Darmoko
Ringkasan Berita:
- Pemkot Surabaya belum akan menerapkan pembelajaran daring untuk jenjang SD dan SMP
- Kebijakan tersebut masih dalam tahap kajian sambil menunggu aturan resmi dari pemerintah pusat
- Wali Kota Eri Cahyadi menjelaskan, pembelajaran daring memiliki kelebihan dan kekurangan yang harus dipertimbangkan secara matang sebelum diterapkan di Surabaya
SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, memastikan Pemkot Surabaya belum akan menerapkan pembelajaran daring untuk jenjang SD dan SMP.
Saat ini, kebijakan tersebut masih dalam tahap kajian sambil menunggu aturan resmi dari pemerintah pusat.
"Jadi kita masih pelajari ya. Tapi karena memang kita sambil melihat aturannya belum keluar juga," kata Eri Cahyadi kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (25/3/2026).
Wali Kota Eri menjelaskan, pembelajaran daring memiliki kelebihan dan kekurangan yang harus dipertimbangkan secara matang sebelum diterapkan di Surabaya.
Dari sisi positif, pembelajaran daring dapat mengefisienkan penggunaan bahan bakar minyak (BBM).
Namun di sisi lain, penggunaan gawai oleh siswa akan meningkat. Hal ini menjadi perhatian Pemkot Surabaya.
"Tapi memang daring ini ada plus minusnya. Mungkin dari segi BBM bagus."
"Tapi kita harus menguatkan lagi dari sisi penggunaan aplikasinya, penggunaan gadget-nya," kata Eri Cahyadi.
Baca juga: Ada WFA Pasca Lebaran 2026, Eri Cahyadi Pastikan Pelayanan Pemkot Surabaya Berjalan 100 Persen
Ia mengingatkan, penggunaan gawai oleh siswa tanpa pengawasan belum tentu berdampak baik bagi anak.
"Karena kan penggunaan ini juga akan membahayakan kalau anak-anak tidak dibatasi,” ujar Doktor Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Universitas Airlangga (Unair) ini.
Ia menegaskan, selama ini Pemkot Surabaya sudah membatasi penggunaan gawai pada siswa.
Karena itu, jika pembelajaran daring diterapkan, maka peran orang tua harus lebih kuat dalam melakukan pengawasan.
“Karena kita sudah membatasi penggunaan gawai kan? Sehingga dengan daring ini, maka saya berharap kalau ini berjalan orang tua juga menguatkan agar anaknya tidak lepas kontrol penggunaan gawai,” ujarnya.
Eri menambahkan, Pemkot Surabaya tidak ingin kebijakan pembelajaran daring justru berdampak negatif terhadap anak, terutama terkait kecanduan gawai dan berkurangnya interaksi sosial.
Karena itu, Pemkot Surabaya akan mengkaji secara menyeluruh sebelum memutuskan penerapan pembelajaran daring untuk SD dan SMP di Surabaya.
Baca juga: Darsini Wafat dan Dikubur Malam Jumat Wage di Bojonegoro, Makamnya Digali, Jenazah Hendak Dicuri
| Residivis di Surabaya Terciduk saat Ngembat iPhone, Aksinya Terekam CCTV |
|
|---|
| Ciptakan Dokter Tak Kompeten, Joki UTBK Surabaya Pasang Tarif Rp112 Juta: Garap 150 Klien Sejak 2017 |
|
|---|
| Hasil Autopsi Kuli di Surabaya Dihabisi Suami Sah, Foto Istri Bersama Korban di TikTok Sulut Emosi |
|
|---|
| Bobotnya 1 Ton, Sapi Belgian Blue Dipilih Gubernur Khofifah untuk Kurban pada Iduladha 2026 |
|
|---|
| Parkir Non Tunai di Surabaya Tembus Rp 550 Juta, Dishub Apresiasi Jukir Berprestasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Wali-Kota-Surabaya-Eri-Cahyadi-pelayanan-publik-tetap-berjalan-100-persen-saat-WFA.jpg)