Kamis, 9 April 2026

Trenggalek

Balon Udara Nyaris Hanguskan Rumah Warga di Trenggalek, Jatuh Menimpa Atap dengan Sumbu Menyala

Balon Udara Nyaris Hanguskan Rumah Warga di Trenggalek, Jatuh Menimpa Atap dengan Sumbu Menyala

ISTIMEWA
BALON UDARA - Petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Trenggalek menunjukkan lokasi jatuhnya balon udara tradisional yang hampir menghanguskan rumah warga di Desa Wonoanti, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek, Kamis (26/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Balon udara nyaris membakar habis rumah warga di Trenggalek
  • Dalam kondisi masih menyala, balon udara itu menimpa atap rumah di Desa Wonoanti, Kecamatan Gandusari
  • Saksi mata mengaku saat itu sedang berada di kios yang bersebelahan dengan rumah korban ketika mendengar teriakan warga mengenai kebakaran

SURYAMALANG.COM, TRENGGALEK - Sebuah rumah di Desa Wonoanti, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek, nyaris ludes terbakar setelah tertimpa balon udara tradisional yang jatuh dalam kondisi sumbu masih menyala, Kamis (26/3/2026).

Peristiwa tersebut terjadi saat balon udara yang masih membawa api pada bagian sumbunya mendarat di atap rumah milik Rudi Siswanto.

Api dengan cepat menyulut material plastik balon hingga membesar dan membakar bagian atap rumah.

Kejadian pertama kali diketahui warga sekitar setelah api mulai terlihat membesar.

Seorang saksi mata, Sugeng Riyanto, mengaku saat itu sedang berada di kios yang bersebelahan dengan rumah korban ketika mendengar teriakan warga mengenai kebakaran.

"Ada yang bilang kebakaran-kebakaran, saya langsung mendatangi lokasi."

"Tapi saat dicek rumah terkunci semua karena pemiliknya sedang keluar," ujar Sugeng kepada SURYAMALANG.COM.

Baca juga: Berkeliaran di Perkampungan, Ular King Cobra 3 Meter Dievakuasi dari Dapur Rumah Warga Trenggalek

Tanpa menunggu lama, Sugeng memanjat pagar rumah dan naik ke lantai dua untuk mencoba memadamkan api.

Saat itu kobaran api sudah mulai membakar talang air plastik serta sejumlah bagian di sekitarnya.

Dibantu warga lain, ia berupaya memadamkan api menggunakan air botol seadanya.

Bahkan, ia nekat memecahkan atap asbes menggunakan kaki agar api tidak merembet ke bagian bangunan lain.

"Saya juga menarik talang air karet yang terbakar supaya api tidak makin besar," jelasnya.

Tak lama kemudian, Tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Trenggalek tiba di lokasi dan langsung melakukan penanganan hingga api berhasil dikendalikan.

Sugeng pun kemudian turun setelah petugas mengambil alih proses pemadaman.

Menurutnya, peristiwa berlangsung sangat cepat karena material plastik pada talang air membuat api mudah membesar.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved