Breaking News
Senin, 27 April 2026

Bondowoso

Telur Bebek Bondowoso Untuk Program Makan Bergizi Gratis, Peternak Raup Untung Besar

Peternak telur bebek Bondowoso menikmati keuntungan besar berkat penyerapan dari Program MBG. Setiap pekan pasok hingga 2.500 butir.

Editor: Frida Anjani
SURYAMALANG.COM/DOK. ABDUL AZIS
TELUR BEBEK – Sejumlah telur bebek produksi Abdul Azis, peternak asal Desa Pengarang, Kecamatan Jambesari Darus Sholah, yang siap diantar ke sejumlah dapur SPPG di Bondowoso pada awal Maret 2026 lalu. 

Ringkasan Berita:
  • Peternak telur bebek Bondowoso menikmati keuntungan besar berkat penyerapan dari Program MBG. Setiap pekan, delapan dapur SPPG menerima pasokan hingga 2.500 butir telur. 
  • Harga jual yang stabil membuat usaha beternak bebek semakin menjanjikan bagi UMKM desa. 
  • Kendati cuaca sempat menekan produksi, peternak tetap optimistis dukungan pemerintah akan berlanjut.

 

SURYAMALANG.COM, BONDOWOSOProgram Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi berkah bagi peternak telur bebek di Bondowoso.

Telur produksi Desa Pengarang, Kecamatan Jambesari Darus Sholah, terserap hingga ribuan butir setiap pekan.

Harga jual mencapai Rp2.500 per butir membuat peternak meraup keuntungan besar. 

Momentum Ramadan bahkan meningkatkan permintaan meski produksi sempat menurun akibat 

Telur Bebek untuk Program MBG

Telur bebek milik peternak asal Desa Pengarang, Kecamatan Jambesari Darus Sholah, Bondowoso, terserap oleh program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penyerapan ini meningkat signifikan, terutama saat musim Ramadan yang menyajikan menu keringan.

​Dalam sepekan, telur bebek produksinya dikirim ke delapan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bondowoso. Setiap dapur meminta pasokan kurang lebih 2.500 butir telur.

​Menurut Abdul Azis, salah seorang peternak, sebutir telur bebek miliknya dihargai Rp2.500 oleh pihak SPPG.

​"Pihak MBG mengambil dengan harga sampai Rp2.500 per butir," ujarnya saat dikonfirmasi pada Minggu (29/3/2026).

​Tingginya permintaan saat itu membuat Azis harus memutar otak untuk memenuhi kuota. Ia pun bekerja sama dengan beberapa mitra peternak telur bebek dari kecamatan lain.

Langkah ini diambil karena 1.800 ekor bebek miliknya juga harus memenuhi permintaan pasar ke Probolinggo, Besuki, dan wilayah sekitar Bondowoso.

​Tantangan lainnya adalah cuaca hujan selama Ramadan lalu yang menyebabkan produksi telur menurun drastis hingga 65 persen. Rata-rata produksi yang biasanya mencapai 80 butir per 100 ekor bebek menjadi berkurang jauh.

​"Kalau saat Ramadan, memang cari telur bebek itu susah," tambahnya.

​Kini, Azis belum mengetahui secara pasti kapan akan memasok kembali ke dapur SPPG. Berdasarkan informasi yang ia terima, Rencana Anggaran Biaya (RAB) SPPG saat ini belum mencantumkan kebutuhan telur bebek atau telur asin.

​Kendati harga di tingkat SPPG saat ini menurun menjadi Rp2.300 per butir, Azis tetap berharap adanya keberlanjutan serapan telur bebek dan telur asin dari para peternak lokal.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved