Kabupaten Mojokerto
Dinsos Jatim Evakuasi Lansia ODGJ Terlantar di Mojokerto, Sebatang Kara 5 Tahun Tinggal di Gubuk
Dinsos Jatim Evakuasi Lansia ODGJ Terlantar di Mojokerto, Sebatang Kara 5 Tahun Tinggal di Gubuk
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Eko Darmoko
Ringkasan Berita:
- Dinsos Jatim berhasil mengevakuasi Lansia dengan kondisi gangguan jiwa yang terlantar di kawasan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto
- Lansia tersebut ditemukan hidup sebatang kara selama kurang lebih lima tahun di sebuah gubuk kecil dengan kondisi memprihatinkan
- Kepala Dinas Sosial Jatim, Restu Novi Widiani menegaskan, penanganan cepat dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dari masyarakat
SURYAMALANG.COM, KABUPATEN MOJOKERTO - Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Timur berhasil mengevakuasi Lansia dengan kondisi gangguan jiwa yang terlantar di kawasan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto.
Lansia tersebut ditemukan hidup sebatang kara selama kurang lebih lima tahun di sebuah gubuk kecil dengan kondisi memprihatinkan.
Kepala Dinas Sosial Jatim, Restu Novi Widiani menegaskan, penanganan cepat dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dari masyarakat.
Informasi awal berasal dari tetangga yang kemudian diteruskan oleh Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Mojokerto hingga ke Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur.
“Kami mendapatkan informasi dari warga melalui TKSK Mojokerto, kemudian dilaporkan ke Dinas Sosial Provinsi."
"Setelah itu langsung kami lakukan asesmen awal dan ditemukan bahwa yang bersangkutan merupakan Lansia ODGJ yang tinggal sendiri di sebuah gubuk kosong, termasuk untuk makan, minum, hingga buang air dilakukan di tempat tersebut,” ujar Restu Novi Widiani kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (31/3/2026).
Ia menjelaskan, kondisi tersebut telah berlangsung cukup lama, bahkan diperkirakan mencapai lima tahun.
Lansia perempuan tersebut diketahui ditinggalkan oleh suami dan anaknya tanpa pendampingan.
“Ini tentu menjadi perhatian serius kami. Tidak hanya karena kondisi kejiwaannya, tetapi juga karena aspek kemanusiaan."
"Lansia ini hidup tanpa perawatan yang layak dan dalam kondisi yang sangat rentan,” imbuhnya.
Baca juga: Kunjungan Wisatawan di Jatim Selama Libur Lebaran 2026 Naik 18 Persen, Tembus 5,31 Juta Orang
Restu Novi menambahkan, saat ini, lansia tersebut telah dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya untuk mendapatkan penanganan medis awal.
Sementara itu, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Jatim Arif Ardiansyah menjelaskan bahwa penanganan dilakukan secara bertahap, dimulai dari rehabilitasi medis hingga sosial.
“Langkah awal, yang bersangkutan kami rujuk ke RSJ Menur untuk mendapatkan perawatan medis selama kurang lebih 14 hari."
"Setelah itu akan dilanjutkan ke balai milik Kementerian Sosial, yakni Balai PMKS, untuk mendapatkan rehabilitasi dasar,” jelas Arif.
Ia menambahkan, dari proses rehabilitasi tersebut nantinya akan dilakukan penilaian lebih lanjut terkait kondisi kejiwaan lansia tersebut, apakah masuk kategori gangguan jiwa berat atau demensia.
| Tiga Tanggul Jebol Memicu Banjir di Mojokerto, Merendam Ratusan Rumah di Mojoanyar dan Mojosari |
|
|---|
| Waspadai Lonjakan Kasus DBD di Mojokerto pada Puncak Musim Hujan, Balita dan Anak-anak Rawan Terkena |
|
|---|
| Pengacara Wanita di Mojokerto Jadi Korban Pemerasan Oknum Wartawan, Polres Mojokerto Lakukan OTT |
|
|---|
| Surono Mengantuk, Truk Isi Solar yang Dikendarai Terjun dari Tol Jombang - Mojokerto ke Sungai |
|
|---|
| Petugas Damkar Mojokerto Evakuasi Ular Piton Sanca Kembang Sepanjang 3 Meter dari Kandang Ayam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Evakuasi-Lansia-ODGJ-yang-tinggal-sebatang-kara-di-gubuk-kumuh-di-Dlanggu-Mojokerto.jpg)