Banyuwangi
Update Jalur Ketapang Setelah Sepekan Macet hingga 15 KM Akhirnya Clear dan Lancar Hari Ini
Setelah sepekan dihantui macet horor hingga 15 KM, per hari ini (5/4) jalur nasional Situbondo-Banyuwangi benar-benar "clear" dan lancar.
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Sarah Elnyora Rumaropen
Ringkasan Berita:
- Kemacetan ekstrem yang melanda jalur menuju Pelabuhan Ketapang selama sepekan terakhir resmi terurai pada Minggu (5/4/2026).
- Arus lalu lintas di jalan nasional Situbondo-Banyuwangi kini terpantau lancar setelah sebelumnya sempat mengular hingga 15 kilometer.
- Asosiasi Sopir Logistik Indonesia (ASLI) mengapresiasi kinerja aparat di lapangan yang membantu mengurai antrean, namun tetap mendesak pemerintah pusat untuk segera membenahi infrastruktur pelabuhan.
SURYAMALANG.COM, BANYUWANGI - Update situasi lalu lintas di jalur utama menuju Pelabuhan Ketapang menunjukkan kondisi yang telah normal dan lancar pada Minggu (5/4/2026).
Setelah sepekan didera kemacetan ekstrem yang mengekor hingga 15 kilometer sejak 28 Maret lalu, antrean kendaraan di jalan nasional Situbondo-Banyuwangi kini dinyatakan benar-benar clear.
Pihak Asosiasi Sopir Logistik Indonesia (ASLI) mengapresiasi kesiapsiagaan petugas yang berjibaku di lapangan, sembari meminta pemerintah pusat untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sarana dan prasarana penyeberangan guna mengantisipasi lonjakan kendaraan di masa depan.
Pantauan di Lapangan
Kemacetan sendiri mulai terurai sejak Sabtu (4/4/2026) dan tetap lancar hingga hari ini.
Pantauan di lapangan pada Minggu, kendaraan-kendaraan yang melintas di jalan utama bisa leluasa.
Volume kendaraan besar di kantong-kantong parkir yang disediakan juga sudah mulai berkurang.
Baca juga: Dugaan Jual Beli Kios Pasar Induk Among Tani, Kejari Batu Panggil Sejumlah Pedagang Selasa Depan
Ketua Asosiasi Sopir Logistik Indonesia (ASLI) Slamet Barokah mengatakan, jalur utama telah lancar.
Pihaknya juga telah memastikan antrean di masuk pelabuhan juga tak terhambat.
"Kami sudah memastikan bahwasannya antrean kemacetan yang terjadi saat ini benar-benar sudah clear, sudah terurai" ungkapnya.
"Sehingga para sopir truk logistik sudah mendapat kenyamanan," lanjut Slamet.
Kemacetan Ekstrem hingga 15 Km
Slamet pun berterima kasih kepada seluruh aparat dalam mengurai kemacetan yang berlangsung selama sepekan.
Apalagi, sopir truk merupakan salah satu pihak yang paling terdampak atas kecamatan ekstrem yang sempat mengekor hingga 15 km.
Di sisi lain, Slamet meminta pemerintah pusat untuk membenahi sarana-prasarana serta infrastruktur di Pelabuhan Ketapang.
Baca juga: Macet di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Belum Berakhir, Anggota TNI Diterjunkan Urai Kemacetan
Sehingga, kemacetan-kemacetan serupa tak terulang pada moment-moment tinggi penumpang ke depan.
"Tolong negara hadir untuk ini, karena ini untuk kemaslahatan bagi masyarakat luas," ujar Slamet.
Penyebab Utama Kemacetan
| Penumpang Bandara Banyuwangi Tumbuh 5 Persen pada Lebaran 2026, Penerbangan Naik 44 Persen |
|
|---|
| Macet di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Belum Berakhir, Anggota TNI Diterjunkan Urai Kemacetan |
|
|---|
| Kemacetan di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Belum Terurai, Pengguna Jasa Merugi dan Mengeluh |
|
|---|
| Akar Masalah Macet Ketapang-Gilimanuk: 56 Kapal Tersedia, Kapasitas Dermaga Hanya untuk 28 Armada |
|
|---|
| Pantauan Macet Jalur Menuju Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Makin Panjang, Ekor Kendaraan Capai 15 Km |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Petugas-kepolisian-membagikan-nasi-bungkus-kepada-para-sopir-logistik.jpg)