Selasa, 2 Juni 2026

Probolinggo

Ritual Yadnya Kasada Gunung Bromo 2026: Intip Pengukuhan Dukun Pandita hingga Larung Sesaji

Perayaan ritual suci Yadnya Kasada 2026 kali ini menyajikan rangkaian prosesi sakral, yang dimulai dari pengukuhan tiga Dukun Pandita baru.

Tayang:
SURYAMALANG.COM/Ahsan Faradisi
RITUAL HINDU TENGGER - Ritual Yadnya Kasada yang digelar di Pura Luhur Poten, pada Senin (1/6/2026). Dalam ritual ini juga dikukuhkan tiga dukun Pandita Suku Tengger. Tiga pemimpin spiritual umat Hindu Tengger tersebut, dikukuhkan setelah dinyatakan lulus melewati serangkaian ujian adat, sebelum nantinya memimpin jalannya puncak prosesi larung sesaji ke kawah Gunung Bromo. 

Laporan Reporter SURYAMALANG.COM, Ahsan Faradisi

Ringkasan Berita:
  • Perayaan Yadnya Kasada 2026 di Gunung Bromo menghadirkan rangkaian ritual penting, termasuk pengukuhan tiga Dukun Pandita baru asal Probolinggo dan Pasuruan.
  • Selain pengukuhan pemimpin spiritual, momen malam resepsi di Pendopo Agung Desa Ngadisari juga menetapkan 10 tokoh penting.
  • Bupati Probolinggo, Gus Haris, menyatakan momentum tahunan yang ditunggu wisatawan ini sedang diproyeksikan agar ke depannya para pelancong bisa turut menyaksikan.

SURYAMALANG.COM, PROBOLINGGO - Rangkaian ritual sakral Yadnya Kasada 1948 Saka atau tahun 2026 di kawasan Gunung Bromo resmi dimulai.

Salah satu agendanya ditandai dengan pengukuhan tiga Dukun Pandita baru di Pura Luhur Poten, kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Tiga pemimpin spiritual umat Hindu Tengger tersebut, dikukuhkan setelah dinyatakan lulus melewati serangkaian ujian adat, sebelum nantinya memimpin jalannya puncak prosesi larung sesaji ke kawah Gunung Bromo.

Asal-usul Tiga Dukun Pandita Baru

Pengukuhan tiga Dukun Pandita baru dalam rangkaian Yadnya Kasada berasal dari tiga wilayah berbeda, yakni dari Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura; Desa Pandansari, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo; dan Desa Sedaeng, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan.

Ketua PHDI Kabupaten Probolinggo, Bambang Suprapto mengatakan, jika pengukuhan Dukun Pandita merupakan salah satu rangkaian penting dalam pelaksanaan Yadnya Kasada.

Baca juga: 3 Pelaku Ditangkap Polres Probolinggo Terkait Pencurian Koper Turis Thailand saat Liburan di Bromo

"Rangkaian Yadnya Kasada diawali dengan berbagai tahapan ritual, termasuk ujian calon Dukun Pandita kawasan Tengger. Setelah dinyatakan memenuhi syarat," kata Bambang, Senin (1/6/2026).

"Setelah memenuhi syarat, mereka kemudian dikukuhkan untuk menjalankan tugas pelayanan keagamaan kepada umat," imbuhnya.

Keberadaan Dukun Pandita, lanjut Bambang, memiliki peran strategis dalam menjaga kelangsungan tradisi, adat istiadat, serta nilai-nilai spiritual masyarakat Tengger.

"Mereka bertugas memimpin berbagai ritual keagamaan dan menjadi pengayom umat dalam kehidupan sehari-hari," jelas Bambang.

Puncak Ritual di Kawah Gunung Bromo

Setelah prosesi pengukuhan, menurut Bambang, rangkaian Yadnya Kasada dilanjutkan dengan pelayanan kepada umat yang akan melaksanakan ritual labuh sesaji.

"Puncak perayaan ditandai dengan prosesi menuju kawah Gunung Bromo untuk melarung hasil bumi, ternak, dan berbagai persembahan sebagai ungkapan syukur kepada Sang Hyang Widhi atas berkah yang telah diberikan dalam satu tahun," ungkapnya.

Baca juga: Gubernur Jatim Lakukan Ground Breaking Penataan Jalur Lingkar Kaldera Tengger di Gunung Bromo

Tradisi larung sesaji ini menjadi simbol pengorbanan, rasa syukur, serta penghormatan masyarakat Tengger terhadap leluhur dan alam semesta.

Seluruh rangkaian kegiatan Yadnya Kasada kemudian ditutup pada keesokan harinya dengan doa bersama.

"Melalui Yadnya Kasada dan pengukuhan Dukun Pandita ini, keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama, serta manusia dengan alam dapat terus terjaga," pungkasnya.

Pengukuhan 10 Tokoh Penting

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved