Bayi Dibuang
"Saya Dekap Bayi Saya Agar Tak Menangis, Tapi Dia Malah Meninggal,"
LI mendekap bayinya itu dalam kondisi masih bercampur air ketuban, dan di saat tubuhnya lemas akibat proses melahirkan.
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - LI, mahasiswi sebuah PTN di Kota Malang, yang ketahuan membuang bayi hasil hubungan pranikah, mengaku tak sengaja menyebabkan bayinya itu meninggal dunia.
Alibi itu diungkapkan oleh LI kepada Kasat Reskrim Polresta Malang, AKP Adam Purbantoro, Kamis (16/4/2015).
Kepada polisi, gadis yang tengah merampungkan tugas akhirnya ini bercerita, ia mendekap bayinya agar tidak menangis terus.
LI mendekap bayinya itu dalam kondisi masih bercampur air ketuban, dan di saat tubuhnya lemas akibat proses melahirkan.
TIndakan ini ternyata berakibat buruk. Bayi yang ia lahirkan pada Selasa (14/4/2015) dini hari itu tewas.
Setelah tewas, LI memotong ari-ari bayinya dengan menggunakan kuku.
Bayi itu lalu disimpan di kotak, lalu ditaruh di dalam tas jinjingnya.
AKP Adam menambahkan, pacar LI, yang berinisal K (22) telah mengetahui ihwal kelahiran putri LI.
Oleh karena itu, K yang selama ini bekerja di Klaten rela menempuh perjalanan jauh dari tempat kerjanya ke Kota Malang menggunakan sepeda motor.
K kemudian sampai di tempat kos LI pada Selasa (14/4/2015) siang.
Dengan sepeda motor itu pula, LI lalu dihantar ke sebuah klinik di Jalan Sigura-gura.
Di sini jasad bayi perembuan LI yang baru berumur sembilan bulan dibungkus kain kafan.
Setelah itu, K dan LI lalu berangkat kembali ke kota asal mereka, Pacitan menggunakan sepeda motor.
Rencana ini akhirnya batal terlaksana karena LI merasa letih.
Mereka pun beristirahat di Blitar, tepatnya di Masjid Baitul Muta’qin,di Dusun Sembung, Desa Pagergunung, Kecamatan Kesamben.
Di sini kasus LI terungkap.
“Saat di Blitar, mereka ini sempat meminta agar jasad sang bayi untuk didoakan,” kata Adam.
Di Blitar pula, warga memergoki LI hendak membuang bayinya.
( Adrianus Adhi )