Bojonegoro
Tertangkap Saat Kabur, Pencuri Motor Patah Kaki Dihajar Warga
Mulut dan matanya yang bengkak membuat pria itu sulit berbicara. Dia diam saja ketika ditanya dugaan keterlibatannya dengan sindikat curanmor.
SURYAMALANG.COM, BOJONEGORO - Kriminalitas di Bojonegoro, Jawa Timur semakin marak. Beberapa kejadian pencurian terus bermunculan.
Setelah pencurian sepeda pancal seharga sekitar Rp 3 juta di sebuah tempat kos di jalan Dr Soetomo dua hari lalu, kali ini, Rabu (6/5) sekitar pukul 22.00, pencurian motor (curanmor) terjadi di depan konter Azis Cel Dusun Medalem Desa Prayungan Kecamatan Sumberejo.
Pelaku curanmor di konter Azis cel berasal dari Lampung. Ia bernama M Taqwa Saputra (26) RT 01 RW 02 Desa Candimas, Kecamatan Abung Selatan, Kabupaten Lampung Utara.
Ia tertangkap basah mencuri motor Honda Beat warna biru putih bomor polisi S 4146 DR.
Motor Beat itu milik Tamsir yang dibawa Doni Dwi Ardianto (21), warga Margoagung RT 02 RW 01 Desa Margoagung, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro ke konter. Karena kondisi sudah malam, konter bergegas tutup.
Doni pun berencana pulang. Saat menengok ke parkiran konter, dia terkejut melihat sepeda motornya sudah tidak ada di parkiran.
Beruntung, pemilik konter Azis dan Supaat, saat itu ada di konter melihat ciri-ciri pelaku yang membawa motor Doni. Mereka kemudian mengejar Saputra ke arah barat hingga menuju Desa Sumber, Kecamatan Sumberrejo.
Namun, Saputra tidak terlihat. Mereka kemudian kembali lagi ke konter Azis Cel. Tidak lama kemudian, Saputra diketahui melintas di depan konter mengendarai beat milik Doni dengan laju kecepatan tinggi dari arah timur ke barat.
“Mengetahui pelaku melintas, saudara Azis dan Supa'at mengejar pelaku,” kata AKP Fandil, Kapolsek Sumberejo, Kamis (7/5/2015).
Sekitar pukul 22.30, Azis dan Supa’at menghadang Saputra di depan gedung BRI Sumberejo bagian barat.
Mereka berdua langsung menghajar pelaku dibantu warga yang ada di sana. Pelaku dihajar hingga babak belur, terlihat kulit muka bengkak dan kakinya terlihat patah.
“Mereka membawa pelaku dan barang bukti ke Polsek Sumberejo guna proses pemeriksaan lebih lanjut,” terang Fandil.
Kepada anggota Polsek Sumberejo, Saputra mengaku tak memiliki tempat tinggal di Bojonegoro. Sudah dua bulan ini, Saputra mendatangi kawasan Angling Darma tanpa sanak saudara dan pekerjaan.
Polsek Sumberejo menduga, Saputra masuk dalam sindikat curanmor yang biasa beroperasi di Bojonegoro. Namun, pria berbadan kurus itu bergeming saja ketika diperiksa oleh penyidik polsek terkait keterlibatannya dengan kelompok sindikat.
Sementara itu, Saputra mengaku tidak memiliki pekerjaan. Mulut dan matanya yang bengkak membuat pria itu sulit berbicara. Dia diam saja ketika ditanya dugaan keterlibatannya dengan sindikat curanmor.
(Iksan Fauzi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/pencuri-motor-bojonegoro1_20150507_211050.jpg)