Kamis, 9 April 2026

Blitar

Ditelepon, Pengusaha Beras Tak Sadar Ditipu Rp 25 Juta

"Penelponya, bilang, apakah kasus kecelakaan ini ditangani polisi atau damai. Kalau damai, Anda silakan mentransfer uang ke rekening kami Rp 25 Juta,"

Editor: fatkhulalami
thisismoney.co.uk
Ilustrasi. 

SURYAMAMALANG.COM, BLITAR - Penipuan dengan motif menggunakan telepon masih sering terjadi di Jawa Timur. Kali ini, Muntolib (52), waqrga Kelurahan/Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar jadi korban penipuan orang tidak dikenal.

Pengusaha beras itu, langsung mentransfer uang Rp 25 juta setelah ditelepon oleh orang tidak dikenal.

"Tadi pagi (Rabu, 27/5/2015), kasus ini sudah dilaporkan ke Polsek Garum. Kami melacak telepon pelakunya, namun langsung tidak aktif," kata AKP Wisnu Wardana, Kabag Humas Polres Blitar, Rabu (27/5/2015).

Wisnu menuturkan, kejadian itu berlangsung Selasa (26/5/2015) sore. Saat itu korban yang juga pengusaha rental mobil itu, sedang santai di rumahnya dan tiba-tiba telepon selulernya berdering.

Ketika diangkat, penelpon yang bersuara pria itu memberi tahu, kalau saudara korban yang tinggal di Kota Malang baru saja menabrak keluarga si penelpon.

Karena korban memang punya adik kandung yang tinggal di Malang, sehingga langsung kaget.

"Penelponya, bilang, apakah kasus kecelakaan ini ditangani polisi atau damai. Kalau damai, Anda (korban) silakan mentransfer uang ke rekening kami Rp 25 juta," ujar Wisnu menirukan penelpon.

Karena korban khawatir dengan keselamatan adiknya, sehingga langsung panik.

Tanpa memberi tahu istrinya, apalagi menelpon adiknya yang di Malang, korban langsung menuju ke ATM BRI, yang berjarak sekitar 300 meter dari rumahnya.

Di ATM itu, korban langsung mentransfer uang yang diminta penelpon, yakni Rp 25 juta. Itu dikirim ke rekening 069501005664509 dengan atas nama Didit Syahputra.

"Sehabis mentransfer, korban masih belum sadarkan diri kalau kena tipu. Baru sekitar satu jam kemudian, korban mencoba menghubungi si penelpon itu. Namun, HP-nya tak aktif," tutur Wisnu.

Karena tak bisa menghubungi si penelpon, korban baru ingat adiknya. Akhirnya, korban menelpon adiknya, yang di Malang.

Ketika adiknya ditelepon dan ditanya soal kecelakaan yang baru saja dialaminya, adiknya justru kaget. Sebab, adiknya mengaku tak mengalami kejadian apapun, apalagi kecelakaan.

"Malah adiknya saat ditelepon, mengaku sedang santai di rumah. Saat itu, korban baru sadar kalau baru saja kena tipu. Baru seharian kemudian, korban melapor," ungkap Wisnu.

(Imam Taufiq)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved