Selasa, 14 April 2026

Malang Raya

Kapolresta Malang: Insiden PKL-Satpol PP Jangan Dipolitisasi

Sementara proses berlanjut, Singgamata meminta agar semua pihak bisa menahan diri. “Saya berharap kejadian ini tidak dipolitisir,” katanya.

Penulis: Adrianus Adhi | Editor: musahadah
SURYAMALANG.COM/Adrianus Adhi
Ketegangan antara Satpol PP dan Pedagang Kaki Lima dalam razia di Jl Sukarjo Wiryopranoto, Senin (29/6/2015) sore. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Kapolresta Singgamata berharap agar insiden antara pedagang kaki lima dan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Malang tidak dipolitisasi.

Harapan ini penting diwujudkan agar ketentraman Kota Malang dapat terjaga.

Ditemui SURYA di Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA), Selasa (30/6/2015) dini hari, Singgamata mengatakan insiden ini tengah ditangani.

Ia sudah meminta tim identifikasi polisi menyisir lokasi bentrok di Jalan Pasar Besar.

Sementara proses berlanjut, Singgamata meminta agar semua pihak bisa menahan diri. “Saya berharap kejadian ini tidak dipolitisir,” kata perwira polisi dengan dua melati di pundak.

Selain itu, ia juga meminta agar penertiban PKL juga tidak dipolitisir.

Menurutnya, penertiban PKL harus tetap berjalan agar masyarakat bisa nyaman, dan para pedagang juga tetap bisa berjualan di tempat yang seharusnya.

Selain imbauan tersebut, polisi juga telah menggelar olah TKP di lokasi bentrok. Di sini polisi menemukan batu, pecahan kaca, serta kayu.

Polisi juga terlihat bersiaga di lokasi bentrok, namun mereka saat itu berpakaian sipil bergabung dengan masyarakat.

Di berita sebelumnya, razia pedagang kaki lima (PKL) yang dikomando Satpol PP Kota Malang di Jalan Pasar Besar, Senin (29/6/2015) berakhir ricuh.

Enam anggota Satpol PP terluka, dan mereka kini harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) Kota Malang. (Adrianus Adhi)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved