Blitar
Sidak Dinas Peternakan Kabupaten Blitar Tanpa Temuan ‘Penting’
"Tolong Bu, jangan dijual karena kondisinya kurang layak"
Penulis: Imam Taufiq | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM, BLITAR - Petugas Dinas Peternakan Kabupaten Blitar, melakukan sidak ke beberapa pasar di wilayahnya, Rabu (8/7/2015) siang. Salah satunya Pasar Wlingi.
Di pasar itu, petugas berkeliling ke semua pedagang yang ada di pasar itu. Khususnya para pedagang daging sapi dan ayam. Hasilnya, mereka hanya menemukan 50 kg daging yang kurang layak dikonsumsi.
Mengapa kurang layak konsumsi? Sebab daging terlalu lama disimpan di dalam freezer. Oleh petugas, daging itu tak sampai disita. Hanya saja, pedagangnya, Nina (50), diperingatkan, agar daging seperti itu tak dijual.
"Tolong Bu, jangan dijual karena kondisinya kurang layak. Di antaranya, kondisi kadar keasamannya sudah melebihi batas karena mencapai 7,8 PH Meter. Daging normal, kadar keasamannya 6,3 PH meter," kata Wahid Gunawan, Kabid Kesehatan Masyarakat, Dinas Peternakan.
Selain temuan daging dalam freezer terlalu lama, Dinas Peternakan Kabupaten Blitar gagal mendapatkan temuan ‘penting’ lainnya. Misalnya, daging babi hutan (celeng) yang belakangan ramai ditemukan di Kota Malang.
Selanjutnya, petugas mendatangi pedagang ayam potong di Pasar Wlingi, seperti Ny Sri Utami (46). Namun, petugas tak menemukan apa-apa karena ayam potong yang dijual siang itu, kondisinya masih segar-segar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/petugas-dinas-peternakan-sedang-mengecek-daging-yang-dijual-di-pasar-wlingi_20150708_184952.jpg)