Suami Bacok Istri dan Anak
Pura-pura ke Kamar Mandi RS, Abdullah Berusaha Bunuh Diri
Nafas Abdullah sesak, matanya sedikit melotot, dan bicaranya menjadi tersendat-sendat.
Penulis: Adrianus Adhi | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Penyakit asma Abdullah Lutfianto (54) langsung kambuh ketika polisi menanyakan peristiwa di rumahnya, Dusun Petangguhan, Desa Argosari, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang pada Selasa (4/8/2015) dini hari.
Nafas Abdullah sesak, matanya sedikit melotot, dan bicaranya menjadi tersendat-sendat.
Kejadian tersebut berlangsung pada Kamis (6/8/2015) malam. Kala itu polisi yang mendapat kabar bahwa Abdullah sudah sehat, datang menjenguk dia di ruang psikiatri, Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA). Tak hanya menjenguk, polisi juga menginterogasi dia pada malam kemarin.
“Kesehatannya sudah membaik, tetapi dia masih emosi kalau mengingat peristiwa di rumahnya,” kata seorang polisi yang menolak disebut namanya pada SURYAMALANG.COM, Jumat (7/8/2015).
Emosi Abdullah tak hanya terlihat dari kesehatannya. Saat sendiri Abdullah juga sering terlihat murung, melamun, bahkan dia berupaya bunuh diri dengan pura-pura ke kamar mandi.
“Dia sering minta ijin untuk kencing, padahal di tubuhnya sudah terpasang kateter,” kata sumber tadi.
Kateter tersebut merupakan kateterisasi urine. Alat bantu kencing manusia ini terpasang di tubuh Abdullah sejak dirawat di RSSA.
Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat juga membenarkan kabar tersebut. Bahkan, Polres Malang sudah menyiapkan sel khusus bagi Abdullah jika ia dipindah dari RSSA. Sel khusus di Polres Malang berupa dinding sel dari fiber, tak ada bahan berlogam, paku atau benda berbahaya lain.
“Dia masih ada tekanan, dan selalu mencari upaya untuk bunuh diri,” kata Wahyu.
Diduga, Abdullah seperti itu lantaran dia masih emosi, atau menyimpan dendam pada istrinya, Wiwik Halimah (48).
Dugaan ini lantaran Abdullah mengaku merasa terhina dengan pengusiran sang istri dari kediamannya pada polisi. Pemicu pengusiran ini karena Wiwik kecewa Abdullah tak kerja, dan tak berpenghasilan.
Sekedar diketahui, Abdullah membunuh Wiwik pada Selasa dini hari. Waktu kejadian diperkirakan berlangsung pada pukul 23.00 hingga pukul 01.00. Saat itu tidak hanya Wiwik yang tewas, putri kedua Abdullah, Putri Sari Devi (16), siswa SMA Negeri 1 Tumpang, juga tewas.
Kedua orang ini tewas dengan kondisi yang menggenaskan lantaran leher keduanya nyaris terputus, dan ditemukan bekas sayatan di pipi dan lengan Wiwik serta Putri. Selain itu, mulut Wiwik juga tersayat dan wajahnya nyaris tak dikenali akibat luka bakar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/grafis-pembunuhan-jabung_20150805_105109.jpg)