Malang Raya
"Kemarin Masih Kerja, Dibangunkan Ternyata Sudah Meninggal"
Menurut Yoyok, selama ini Syamsul tidak pernah mengeluhkan sakit. Sehari sebelum ditemukan meninggal, Syamsul juga masih kerja seperti biasa.
Penulis: Samsul Hadi | Editor: Aji Bramastra
SURYAMALANG.COM, KEDUNGKANDANG - Syamsul Arifin (29), karyawan rumah makan Ayam Bakar Rocker di Jl Danau Bratan, Kelurahan Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, ditemukan tewas mendadak di rumah makan itu, Jumat (28/8/2015).
Jenazahnya ditemukan di sebuah kamar yang ada di sana.
Belum diketahui penyebab kematian warga RT 3 RW 1 Dusun Krajan, Desa Kropak, Kecamatan Bantaran, Probolinggo tersebut.
Sekarang, jenazah Syamsul masih berada di kamar mayat Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) Kota Malang untuk dilakukan visum.
Rencananya, jenazah Syamsul akan dipulangkan ke Probolinggo.
Informasi yang diperoleh menyebutkan, Syamsul ditemukan tewas di dalam kamar sekitar pukul 07.30 WIB. Saat itu, warung masih belum buka.
Semua karyawan sedang melakukan persiapan untuk membuka warung. Tapi, Syamsul yang tidur di warung itu masih belum bangun, padahal sudah siang.
Kemudian, teman sekerja Syamsul, Muhammad Sohib berusaha membangunkan Syamsul. Sohib masuk ke kamar di mana Syamsul tidur.
Sampai di kamar, Sohib sudah mendapati Syamsul dalam kondisi tak bernyawa.
"Sohib teriak-teriak dari kamar di lantai atas. Karyawan lainnya yang sedang siap-siap hendak membuka warung langsung naik. Kami melihat Syamsul sudah meninggal. Tubuhnya sudah kaku," kata Yoyok, koordinator karyawan di rumah makan Ayam Bakar Rocker saat menunggu jenazah Syamsul di kamar mayat RSSA.
Menurut Yoyok, selama ini Syamsul tidak pernah mengeluhkan sakit. Sehari sebelum ditemukan meninggal, Syamsul juga masih kerja seperti biasa.
"Kebetulan kemarin dia (Syamsul) tidur di kamar sendiri. Biasanya ada teman lain yang tidur satu kamar dengan Syamsul. Tapi kemarin temannya tidur di musala," ujarnya.
Pemilik Rumah Makan Ayam Bakar Rocker, Redy mengatakan ada 12 karyawan di warung miliknya.
Dari 12 karyawan, 10 karyawan tidur di warung termasuk Syamsul.
Menurutnya, Syamsul merupakan karyawan paling lama di warungnya. Ia mulai ikut kerja di warung miliknya sejak 2006.
"Dia tidak pernah mengeluh sakit. Setiap hari saya juga menanyai kondisi kesehatan karyawan. Kalau ada yang sakit langsung saya suruh ke dokter dekat warung. Kami ikut berduka. Kami akan mengurus pemulangan jenazah Syamsul ke Probolinggo," katanya. (*)