Sabtu, 25 April 2026

Kota Malang

Dispangtan Pastikan Stok Pangan Aman untuk Program Makan Bergizi Gratis di Kota Malang

Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan, mengatakan terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk menjaga kelancaran pasokan pangan

Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
PENUHI KEBUTUHAN PANGAN - Penjual sayur di Pasar Blimbing, Kota Malang, memajang produknya di lapak. Pemkot Malang melalui Dispangtan memastikan pasokan kebutuhan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak terkendala karena ada skema kerjasama antar daerah untuk memenuhi permintaan. 

Ringkasan Berita:
  • Dispangtan Kota Malang memastikan ketersediaan bahan baku untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap aman, meskipun terjadi peningkatan permintaan
  • Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan, mengatakan pihaknya terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk menjaga kelancaran pasokan pangan
  • Secara umum stok pangan di Kota Malang masih dalam kondisi mencukupi untuk memenuhi kebutuhan program MBG maupun masyarakat

SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kota Malang memastikan ketersediaan bahan baku untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap aman, meskipun terjadi peningkatan permintaan.

Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan, mengatakan pihaknya terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk menjaga kelancaran pasokan pangan.

“Kami berkoordinasi dengan penyedia, kelompok tani, dan pelaku usaha pangan untuk memastikan ketersediaan bahan baku seperti beras, sayuran, hingga protein hewani,” ujarnya kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (9/4/2026).

Ia menjelaskan, secara umum stok pangan di Kota Malang masih dalam kondisi mencukupi untuk memenuhi kebutuhan program MBG maupun masyarakat.

“Memang ada peningkatan permintaan, tapi stok pangan saat ini masih aman,” jelasnya.

Selain menjaga ketersediaan, Dispangtan Kota Malang juga melakukan pemantauan harga di pasar agar tetap stabil dan tidak membebani masyarakat maupun penyedia program.

“Kami juga memantau stabilitas harga agar tidak terjadi lonjakan,” tambahnya.

Baca juga: Kendaraan untuk Kepala SPPG Menimbulkan Dilema, Dibutuhkan Tapi Masih Jadi Perdebatan

Untuk mengatasi keterbatasan produksi lokal, Pemkot Malang mengandalkan kerja sama antar daerah (KAD) dengan wilayah penyangga di Malang Raya dan beberapa daerah lain di Jawa Timur.

“Kami bekerja sama dengan daerah lain untuk suplai beras dan beberapa komoditas yang tidak bisa dipenuhi dari dalam kota,” katanya.

Di sisi lain, Dispangtan mendorong agar program MBG dapat memberikan dampak ekonomi bagi petani lokal dengan melibatkan mereka dalam rantai pasok.

“Kami harapkan penyedia memprioritaskan hasil panen petani lokal, sehingga program ini juga bisa menggerakkan ekonomi pertanian,” ujarnya.

Dengan langkah tersebut, program MBG diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di Kota Malang.

Ketua DPW Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (Gapembi), Jawa Timur, Makhrus Sholeh mengatakan bahwa SPPG mengadapi keterbatasan bahan baku pangan berkualitas di pasaran.

Baca juga: Modus Perempuan Menikahi Perempuan di Malang, Janji Manis Lamborghini hingga Undang Penyanyi Judika

“Sekarang bahan baku cukup sulit. Idealnya dapur itu pakai bahan grade A, tapi karena keterbatasan, kadang harus memilih yang grade B yang masih layak,” ungkapnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa kualitas tetap menjadi perhatian utama dalam penyediaan makanan bagi penerima manfaat program.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved