Sabtu, 11 April 2026

Malang Raya

Rektor PTN Se-Jatim Berkumpul di UM, Bahas ini

Dalam rapat kali ini juga mendatangkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk menjelaskan pengelolaan dana.

Penulis: sulvi sofiana | Editor: fatkhulalami
Google
Kampus Universitas Negeri Malang (UM) 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU – Paguyuban Rektor dan Wakil atau pembantu rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Jatim membahas perkembangan PDPT dalam rapat koordinasi 3 bulanan yang dilakukan di Universitas Negeri Malang (UM), Selasa (27/10/2015).

Ketua paguyuban, drs Mohammad Hasan menjelaskan, dalam rapat koordinasi kali ini akan dibahas terkait kendala setiap universitas dalam melakukan pendataan yang disinkronkan dengan Pangkalan Data pergutuan Tinggi (PDPT) Kemenristek Dikti.

Menurut Rektor Universitas Negeri Jember (Unej) ini, banyak kendala yang dialami universitas untuk pembaruan data di PDPT. Padahal peran pembaruan data PDPT sangat mempengaruhi kualitas pendidikan hingga keberlangsungan pendidikan mahasiswa.

“Struktur data di PDPT Dikti tidak match secara umum. Ada petunjuknya tetapi belum jelas dan sehingga saat kami mengadakan pelatihan hasilnya kami tidak dapat menjalankan sistem,” tutur Hasan.

Kendala dari pembaruan PDPT ini diantaranya yaitu validasi mahasiswa yang masih sulit untukk diperbarui. Seperti mahasiswa yang sudah angkatan lama atau lulus, datanya masih di PDPT sebagai mahasiswa.

Hal ini dikhawatirkan akan menggangu dan menghambat mahasiswa dalam pencarian kerja ataupun melankjutkan studi.

“Misalkan saja ada mahasiswa lahir 1972, berarti angkatan 1990an. Dan mahasiswa itu kalau belum lulus pasti sudah di drop out, tetapi datanya di PDPT masih tercatat sebagai mahasiswa,” tuturnya.

Selain itu, dikatakannya masih ditemukan mahasiswa yang tercatat dua kali di PDPT, biasanya mereka merupakan mahasiswa yang dicatat dengan nama yang berbeda seperti ada yang memakai Muhammad ada yang cuma disingkat Muh.

“Pembaruan data ini sangat menentukan kualitas universitas dari jumlah lulusan, masa perkuliahan hingga rasio dosen dan mahasiswa,” ungkapnya.

Untuk itu dalam rapat koordinasi ini akan disampaikan permasalahan tiap universitas. Sehingga dapat ditemukan solusinya. Karena selama ini permasalahan PDPT hanya diselesaikan perkasus dan peruniversitas.

“Kami ingin share untuk ditemukan solusi bersama. Soalnya data tidak pernah beres. Nanti kalau memungkinkan juga akan kami salurkan dan disampaikan ke Kemenristek Dikti,” ujar Hasan.

Sementara itu, Wakil Rektor 3 Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Ketut Prasetyo menjelaskan, kendala PDPT yang dialami setiap Universits memang berbeda. Untuk kampusnya permasalahan yang dihadapi biasanya berkaitan dengan sistem pemasukan data.

“Hal itu masih bisa kami maklumi, karena pemasukan data PDPT dilakukan seluruh Indonesia. Sehingga seringkali dalam pemasukan data bisa jadi tidak tersambung,,” ungkap

UNtuk menyiasati hal itu, meurutnya tenaga yang pengisisan data harus benar-benar memahami sistem. Sehingga bisa mengetahui sela sistem untuk memasukkan data secara lancar.

Selain membahas PDPT, dalam rapat kali ini juga mendatangkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk menjelaskan pengelolaan dana. Hal ini karen aberagam dana hibah dan CSR yang digunakan PTN sejalan dengan dana yang diberikan pemerintah.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved