Sabtu, 11 April 2026

Malang Raya

Didemo Mahasiswa, Rektor Universitas Widyagama Malang Takut Bubuhkan Tanda Tangan

"Soal usulan mahasiswa perlu Wakil Rektor (WR) 3, saya setuju. Memang selama ini masih jabatan rangkap,"

SURYAMALANG.COM//Sylvianita Widyawati
Aksi demo mahasiswa Universitas Widyagama Malang, Kamis (17/12/2015) dari lantai 2 gedung rektorat. 

SURYAMALANG.COM, SUKUN - Rektor Universitas Widyagama (Uwiga) Malang, Prof Dr Ir Iwan Nugroho MSi menemui mahasiswa yang demo di halaman kampus setempat, Kamis (17/12/2015).

Melalui pengeras suara, rektor menyatakan usulan mahasiswa kepadanya sudah banyak.

"Semua masukannya baik dan kami tampung. Tapi tidak bisa memenuhi semuanya," ujar rektor kepada mereka.

Alasannya ada hal-hal yang merupakan kewenangan yayasan. Sehingga perlu ada pembicaraan dulu dengan banyak pihak.

Karena itu, ia tidak mau tanda tangan terkait masukan-masukan mahasiswa.

"Apalagi di sana ada materainya. Saya takut. Apalagi belum membicarakan dengan pihak lain atau di luar kewenangan saya," alasannya.

Menurut dia, sebagai rektor, ia akan bertanggung jawab di kampus.

"Soal usulan mahasiswa perlu Wakil Rektor (WR) 3, saya setuju. Memang selama ini masih jabatan rangkap," kata Iwan yang akan dilantik lagi sebagai rektor periode 2015-2019 pada Senin (21/12/2015) mendatang.

Katanya, ia ingin mengembalikan struktur lama di jajaran rektorat, dimana ada Wakil Rektor 1,2 dan 3. Soal akreditasi institusi yang disorot mahasiswa katanya juga dalam proses.

"Masih dalam proses saat ini. Kalau akreditasi prodi sudah semua. Tinggal akreditasi institusi belum," jelas Iwan.

Sebelumnya, akreditas institusi Uwiga mendapat B menurut penuturan mahasiswa. Namun sekarang hanya ditulis akreditasi BAN PT. Soal sarana prasana berusaha dipenuhi. Ia kemudian menyebut antara lain soal penyediaan wifi di kampus yang sudah melebihi standar Dikti.

Presiden Mahasiswa Uwiga, Rhea Rosilia Wulandari menyebutkan banyak masukan buat kampus dari segala bidang.

"Draft-nya sudah kami buat setahun lalu," kata Rhea.

Menurut pengamatan dia, sepanjang 2012-2015, kampus tidak melakukan pembangunan apa-apa.

"Yang saya amati, hanya melakukan pengecatan," kata dia.

Katanya, sebagai mahasiswa akan senang jika dilibatkan dalam keputusan kampus. Misalkan dilakukan sosialisasi dulu ke mahasiswa. Ia menyebut soal ujian TOEFL.

"Tiba-tiba naik tanpa sosialisasi," jelas Rhea.

Jumlah mahasiswa Uwiga sekitar 2.300-an.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved