Arema Malang
Inilah Kekesalan Hamka Hamzah Setelah Arema Kandas di Semifinal
"Percuma kami menang di waktu normal, untuk apa kami bermain? Itu yang kami pertanyakan ke penyelenggara,"
Penulis: Dyan Rekohadi | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Kekesalan akan hasil yang didapat di babak semifinal Piala Gubernur Kaltim begitu terasa di kubu Arema di akhir pertandingan.
Selain pelatih Milomir Seslija, kapten tim Arema yang baru, Hamka Hamzah juga melontarkan kekesalan terkait regulasi semifinal.
Hamka menyebut aturan penetapan tim yang lolos ke final tidak adil bagi timnya.
"Sebagai pemain, saya kecewa regulasi seperti ini. Percuma kami menang di waktu normal, untuk apa kami bermain? Itu yang kami pertanyakan ke penyelenggara," ujar Hamka.
Ia menyebut aturan itu menguntungkan tim yang berharap di adu penalti. "Jika peraturannya begitu, tim divisi dua pun bisa menang atas kami. Setiap tim yang melawan Arema, mereka bermain bertahan dan menunggu adu penalti," ujar mantan pemain PBFC itu.
Dalam semifinal yang dijalankan dengan pola trofeo, Rabu (9/3/2016) malam, Arema sudah mengantongi satu kemenangan di pertandingan pertama dengan menundukkan Persiba 1-0 di waktu normal 45 menit. Tapi tim Singo Edan gagal mempertahankan posisi sebagai juara grup karena kalah head to head dari Madura United.
Pemuncak grup A semifinal didapat tim debutan, Madura United (MU) yang sukses meraih dua kemenangan yang semuanya diraih lewat fase adu penalti setelah bermain imbang di babak normal 45 menit.
Arema kalah 4-1 dari MU di fase adu penalti. Di waktu normal 45 menit kedua tim bermain dengan skor kacamata alias 0-0.
Secara perhitungan total poin, Arema dan MU sama-sama mengumpulkan 4 poin. Empat poin Arema didapat dari satu kemenangan di waktu normal atas Persiba yang bernilai 3 poin dan 1 poin karena kalah adu penalti. Sedangkan 4 poin MU didapat dari dua kemenangan di fase adu penalti yang masing-masing bernilai 2 poin.