Breaking News
Sabtu, 11 April 2026

Kediri

Desak Bertemu Bupati Haryanti, Warga Ancam Sweeping Kantor Pemkab Kediri

Dialog perwakilan pendukung kepala Desa Rembangkepuh dengan pejabat Pemkab Kediri berlangsung panas.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: musahadah
surya/didik mashudi
Warga Desa Rembangkepuh unjuk rasa dengan membawa keranda mayat ke Kantor Pemkab Kediri, Kamis (17/3/2016). 

SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Dialog perwakilan pendukung kepala Desa Rembangkepuh dengan pejabat Pemkab Kediri berlangsung panas.

Perwakilan pendemo menuntut untuk dipertemukan langsung dengan Bupati Kediri dr Hj Haryanti.

"Kalau melalui perwakilan pejabatnya tidak akan menyelesaikan masalah," tandas Agus Hariyanto, salah satu perwakilan warga, Kamis (17/3/2016).

Saat itu perwakilan pendemo hanya ditemui Asisten Ekonomi Djoko Harno, Kepala Inspektorat Drs Sutrisno dan Kabag Hukum Sukadi. Karena pejabat yang menemui dinilai tak berwenang mengambil keputusan sehingga ditolak massa.

Perwakilan warga juga tidak puas dengan penjelasan Djoko jika bupati kediri tidak ada di kantor. "Agenda kami datang untuk bertemu bupati. Maka kami minta izin untuk sweping di ruangan," ungkapnya.

Namun keinginan warga ditolak Djoko yang menilai untuk melakukan sweping bukan kewenangan masyarakat. Djoko kemudian minta izin ke luar ruangan untuk berkonsultasi dengan pimpinan.

Dari hasil konsultasinya diperoleh kepastian jika bupati memang tidak ada di tempat. Terkait permintaan warga untuk dipertemukan langsung dengan bupati bakal diusulkan.

"Aspirasi untuk bertemu bupati akan kami sampaikan kepada pimpinan," ungkapnya.

Meski sempat menolak ditemui Djoko Harno, namun perwakilan massa tetap menyampaikan aspirasinya supaya Bupati Kediri kembali mengangkat Kades Rembangkepuh.

Warga juga meminta pemkab segera melakukan uji materi kalalu memang kades tidak bersalah supaya diangkat lagi.

"Sekarang di desa kami sudah mulai ada intimidasi dan warga diadu domba," ungkap Agus Hariyanto yang juga penasehat Forum Masyarakat Siaga Ngadiluwih (Formasinga).

Unjuk rasa yang melibatkan ratusan massa itu mendapatkan penjagaan ketat aparat kepolisian. Petugas menyiapkan pasukan Dalmas dan anjing K - 9. Aksi demo bubar setelah perwakilan warga memberikan penjelasan kepada massa.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved