Blitar
Polisi Kejar Yudianto, Pria yang Kontrak Rumah Ny Katiyem
Yang jadi tanda tanya petugas, saat mayat itu ditemukan, Yudi--panggilan Yudianto (48), yang mengontrak rumah itu kok malah tak ada.
Penulis: Imam Taufiq | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM, BLITAR - Belum diketahui pasti, kapan ibu dan anaknya itu dihabisi. Namun dugaan petugas, kedua korban dibantai sekitar tiga hari lalu karena sudah berbau dan mulai membusuk.
Belum diketahui siapa pelakunya karena petugas masih mendalami beberapa petunjuk. Cuma, yang jadi tanda tanya petugas, saat mayat itu ditemukan, Yudi--panggilan Yudianto (48), yang mengontrak rumah itu kok malah tak ada.
"Kami masih mencarinya. Ya memang aneh, kok ia malah nggak ada di rumah kontrakkannya. Ada hubungan apa, dengan korban, kok sampai mayat korban ditemukan di dalam rumah kontrakannya. Ini yang masih kami dalami," kata AKBP Slamet Waluya, Kapolres Blitar.
Lebih aneh lagi, saat mayat itu ditemukan, pintu depan rumah yang dikontrak Yudianto itu tertutup rapat. Entah siapa yang menutupnya itu. Praktis, hal itu tak mencurigakan orang lain karena warga mengira Yudi lagi tutup karena pulang. Sebab biasanya, saat garapannnya sepi, ia pulang ke rumahnya, yang di Kecamatan Nglegok.
Sementara, rumah yang dikontrak Yudi itu memang berada di tepi jalan raya, jurusan Kecamatan Kesamben. Meski berada di tepi jalur ramai kendaraan, namun rumah itu jauh dari rumah para tetangga lainnya.
Bahkan, antarrumah tetangga sekitar 500 meter karena dipisahkan dengan sawah dan tegalan. Seperti, di seberang jalan raya, tak ada rumahnya karena langsung persawahan.
Sementara, di sebelah kirinya adalah tegalan luas dan baru sekitar 500 meter, ada rumah. Sementara, sebelah kanannya, adalah kandang kambing yang berada di tengah-tengah tegalan. Jarak dengan rumah terdekat sekitar 200 meter atau rumah milik Sajuri (42).
"Saya kenal dengan dia (Yudi). Biasanya, kalau lagi tutup, ia pulang karena lagi tak ada garapa," ungkap Sajuri.
Hasil olah TKP, pembunuhan sadis itu terkesan cukup rapi karena pelakunya hampir tak meninggalkan jejak. indikasinya, petugas terlihat tak membawa barang bukti yang berarti dari TKP. Yang dibawa petugas, sepertinya hanya kain penutup meja, dan asbak. Itu pun, tak ada putung rokoknya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/ibu-anak-tewas_20160504_162822.jpg)