Selasa, 14 April 2026

Malang Raya

Ini Lho, Perjalanan Dinas Wali Kota Malang Rp 1,025 Miliar Selama Setahun

Banyaknya anggaran untuk perjalanan dinas wali kota tahun ini karena ada beberapa undangan yang datang mendadak.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: fatkhulalami

SURYAMALANG.COM, SURYA – Sejak awal tahun ini, Wali Kota Malang M Anton sudah beberapa kali menjalani perjalanan dinas, baik ke dalam daerah, luar daerah, maupun luar negeri. APBD 2016 mencatat, total anggaran yang sediakan Pemerintah Kota Malang untuk perjalanan dinas sepanjang tahun mencapai Rp 1,025 miliar.

Dana paling besar digunakan buat perjalanan dinas luar daerah, yakni Rp 70 juta. Disusul perjalanan dinas luar negeri Rp 150 juta. Sementara yang terbesar adalah biaya perjalanan dinas untuk luar daerah Rp 805 juta.

Kepala Bagian Umum Kota Malang Imam Badar mengatakan, hingga akhir April ini anggaran perjalanan dinas yang sudah terserap sekitar 13 persen. Ia menyebut, keseluruhan anggaran belanja wali kota pada tahun ini sedikit turun.

Total keseluruhan tahun lalu berkisar Rp 1,8 miliar. Dana itu bukan hanya untuk perjalanan dinas, tapi juga anggaran lain mulai dari belanja jasa kantor, belanja cetak dan pengadaan, belanja makan-minum, hingga belanja pemeliharaan.

Imam melanjutkan, penurunan biaya perjalanan dinas, meski tak signifikan itu, untuk mengisi program prioritas lain, seperti infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.

“Terutama untuk layanan-layanan dasar,” ucapnya.

Data yang disampaikan juga menunjukkan bahwa pada tahun lalu penyerapan anggaran belanja wali kota tidak terserap seluruhnya. Ada Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) sekitar 22,5 persen dari total anggaran sekitar 1,8 miliar. Menurut dia, sisa itu juga termasuk dalam anggaran perjalanan dinas yang tak seluruhnya terserap.

Kepala Bagian Humas Kota Malang Nur Widyanto menambahkan, banyaknya anggaran untuk perjalanan dinas wali kota tahun ini karena ada beberapa undangan yang datang mendadak.

Keberangkatan wali kota ke Turki untuk mengadiri Forum Temu Kepala Daerah se-Dunia saat ini adalah salah satu contohnya.

“Itu tidak diagendakan. Kan juga membawa nama negara. Wali Kota Malang satu-satunya kepala daerah dari Indonesia yang diundang ke sana,” tambah dia.

Ia menyebut, perjalanan yang selama ini diikuti wali kota juga tidak sembarangan. Artinya, perjalanan dinas itu, terutama untuk perjalanan ke luar negeri, sudah mendapat persetujuan dari pemerintah pusat.

“Semua proposional. Misi, tujuan, dan hasilnya juga jelas,” klaim pria yang akrab disapa Wiwid itu.

Terpisah, Kepala Divisi Riset Malang Corruption Watch (MCW) mengatakan, ada beberapa catatan untuk perjalanan wali kota ke luar negeri tahun lalu. Catatan itu terutama untuk hasil yang didapat dari kunjungan wali kota.

“Yang tahun lalu ke Eropa Timur output-nya tidak jelas. Katanya misi perdagangan, tapi ya tidak konkret sampai sekarang apa realisasi perdagangannya,” ucapnya.

Di Turki, Kamis (13/5/2016), Wali Kota Malang M Anton, berdasarkan siaran tertulis yang SURYAMALANG.COM dapat dari Humas Pemkot Malang, mengaku bangga dapat memberi informasi nilai kebersamaan dan gotong royong di Indonesia kepada kepala daerah lain.

"Ini pengakuan dunia internasional, dan harusnya nilai serta budaya kita yang oleh pendiri bangsa dirumuskan dalam ideologi Pancasila, terus kita perkenalkan dalam konteks hubungan internasional. Era perang ideologi mungkin sudah lewat, namun mempromosikan nilai nilai Pancasila sebagai spirit perdamaian kiranya masih signifikan dan teramat strategis", ungkapnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved