Tips
Sinam! Kodew Ngalam Ini Mantap Terjun di Dunia Fashion
Dominique Tan sempat bingung antara Jurusan Hukum, Psikologi, atau Fashion setelah lulus SMA.
Penulis: Neneng Uswatun Hasanah | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM - Banyak lulusan SMA mengalami kebingungan ketika akan memilih program studi lanjut. Begitu pula dengan Dominique Tan yang sempat bingung antara Jurusan Hukum, Psikologi, atau Fashion setelah lulus SMA.
"Tapi setelah dipikirkan masak-masak, fashion punya jenjang ke depan yang menyenangkan. Dunia mode juga menawarkan perekonomian yang bagus," ujar mahasiswi semester akhir Program Fashion Design and Business Universitas Ciputra Surabaya ini.
Dominique pun memilih mendalami mode karena merasa karir sebagai desainer fashion sangat menjanjikan. Apalagi, ia mendapatkan banyak bekal dari bangku kuliah, terutama dalam hal kewirausahaan yang memang menjadi fokus utama perguruan tinggi tempatnya menuntut ilmu.
"Kita diajari mengenai mode yang saat ini sedang digemari. Salah satunya adalah mode ready to wear yang juga saya dalami dan praktekkan pada tugas akhir," kata dara kelahiran 30 september 1992 itu.
Belum lagi, pada era globalisasi ini masyarakat melihat fashion bukan hanya sebagai kebutuhan tambahan, melainkan sudah menjadi kebutuhan pokok.
"Masyarakat secara tidak langsung terus menuntut agar fashion terus bergerak, gaya berpakaian terus berubah. Sehingga para desainer harus terus berinovasi," kata gadis asal Malang itu.
Hal itu tentu menguntungkan desainer dan membuat karir sebagai desainer pakaian menjadi sangat menjanjikan.
"Kalau kita coba lihat di toko baju, baru sebentar saja model pakaian sudah berubah. Ini menggambarkan betapa keinginan masyarakat terhadap fashion semakin besar dan tidak akan berhenti," tutupnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/dominique-tan-universitas-ciputra-surabaya_20160709_102614.jpg)