Malang Raya
Asyik, Kota Malang Segera Punya Monorel untuk Pecah Kemacetan, Ini Jadwalnya
Kemungkinan investor ingin membangun rute awal sepanjang 5 KM. Setelah itu pengembangan akan dilanjutkan sampai kampus ITN 2.
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Pemkot Malang menunjukkan sinyal serius merencanakan pembangunan monorel. Pemkot mulai menyusun detail engineering design (DED).
Meski ded sudah siap, Pemkot belum bisa memastikan waktu pembangunan monorel. Dalam DED tersebut, Pemkot berencana membangun landasan monorel sepanjang 7 kilometer (KM).
Moneral tersebut mulai Stasiun Kota Malang sampai Jalan Veteran.
“Ded sudah berjalan. Saya tinggal menunggu investor,” kata M Anton, Wali Kota Malang, Rabu (4/1/2017).
Menurutnya, Pemkot masih menunggu tindak lanjut dari investor asal Tiongkok. Kemungkinan investor ingin membangun rute awal sepanjang 5 KM. Setelah itu pengembangan akan dilanjutkan sampai kampus Institut Teknologi Nasional (ITN) 2 di Tasikmadu.
“Ada sinyal baik juga dari akademisi. Bagaimanapun sebelum tol Malang-Pandaan (Mapan) terwujud, sudah ada pemecahan kemacetan dalam kota,” tambahnya.
Selain monorel, Anton mengaku mendapat tawaran dari investor untuk membangun tol dalam kota untuk mengatasi kemacetan. Namun, tawaran itu dianggap tak memungkinakan jika dibandingkan dengan pembangunan monorel.
Selain butuh lahan luas, pembangunan tol dalam kota berpotensi menyebabkan kekotoran dan merusak pemandangan kota. Untuk program jangka pendek, kemacetan di tengah kota akan diselesaikan melalui pembenahan dan peningkatan jalan.
Anton sudah menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang untuk mempercepat pembangunan bidang itu.
“Kami berdoa agar kemacetan segera terselesaikan di kota ini. Ini jadi PR juga. Saya sudah sarankan Dinas PU untuk mencari celah mengatur masalah kemacetan itu,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala DPUPR Kota Malang, Hadi Santoso mengaku akan mempercepat realisasi proyek pembangunan itu. Untuk proyek yang tak perlu lelang, dia berjanji akan memulai dalam waktu dekat. Proyek yang tidak perlu lelang adalah yang nilainya kurang dari Rp 200 juta.
“Kami lakukan rencana umum pengadaan paling lambat pekan depan. Jadi, lelanngnya bisa disampaikan pekan berikutnya,” kata Hadi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/trem-listrik-monorel_20150421_222049.jpg)