Arema Malang
Arema Punya Firasat Ini Terkait Kaburnya Yanto Basna
Sesaat setelah ada kesepakatan lisan dengan pihak manajemen Arema, Basna sudah molor dari jadwal kedatangan ke Malang.
Penulis: Dyan Rekohadi | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Manajemen Arema FC sebenarnya memiliki firasat buruk dalam proses merekrut Yanto Basna. Ada beberapa tanda yang kurang enak yang ditunjukkan pemain ini sebelum dan selama di Malang.
Sesaat setelah ada kesepakatan lisan dengan pihak manajemen Arema, Basna sudah molor dari jadwal kedatangan ke Malang.
"Waktu itu dia kan tidak jadi berangkat dengan alasan ketinggalan pesawat. Itu sudah sinyal yang gak baik. Tapi ternyata dia inisiatif beli tiket sendiri esok harinya," papar Ruddy Widodo, GM Arema, Sabtu (21/1/2017).
Saat tiba di Malang pemain asal Papua itu menunjukkan sikap yang kurang baik saat mendatangi tempat latihan di lapangan futsal kawasan Tidar.
Ia memilih mencari tempat pojok dan memasang tampang kusam saat ditemui awak media. Dia sama sekali tak mau diajak ngobrol.
Sinyal lain ditunjukkan ketika ia menolak ajakan manajemen Arema segera menandatangani kontrak pada hari Jumat.
"Ia mau tandatangan bila ada surat keluar dari Persib. Akhirnya saya sendiri yang fight cari surat itu," tambah Ruddy.
Ketika surat keluar dari Persib Bandung diterima manajemen Arema dan dikirim ke Basna, pemain itu justru menghilang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/berita-yanto-basna-instagram_20170118_130521.jpg)