Rabu, 15 April 2026

Pasuruan

Felansia Indriani, Korban Hanyut di Pasuruan Ditemukan Wafat

korban ditemukan di tambak Pulau Sempuh, dekat muara Laut, Desa Tambakan, Kecamatan Bangil, Pasuruan. Dia ditemukan dalam kondisi tengkurap

Penulis: Galih Lintartika | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Galih Lintartika
Petugas menemukan jenazah Felansia Indriani, korban hanyut di Pasuruan, Kamis (26/1/2017). 

SURYAMALANG.COM, PASURUAN - Felansia Indriani (21) warga Desa Kalitelo, Kecamatan Donomulyo, Pasuruan akhirnya ditemukan, Kamis (26/1/2017) sekitar pukul 14.00.

Ia hilang selama dua hari paska tersapu air bah saat melintas di Desa Tamanan Oro-Oro Rombo Kulon, Kecamatan Rembang, Pasuruan, Selasa (24/12/2017) petang, bersama kekasihnya Wahyudi (25) warga Klayatan, Kecamatan Sukun, Malang.

Informasi yang dihimpun, korban ditemukan di tambak Pulau Sempuh, dekat muara Laut, Desa Tambakan, Kecamatan Bangil, Pasuruan. Dia ditemukan dalam kondisi tengkurap dan dengan kondisi setengah jalan.

Hingga berita ini ditulis, korban sudah dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit. Saat ini, proses identifikasi masih berlangsung. Namun, secara ciri - ciri, sangat mirip dengan korban yang hilang itu sekitar 90 persen.

Mulai dari pakaian, tinggi , berat badan, dan barang - barang lainnya. "Ini untuk memastikan. apakah itu korban yang dicari atau bukan. Tapi memang sudah positif kalau itu Felansia dan sekarang sedang proses dipulangkan ke malang," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bhakti Jati Permana.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Selasa (24/1/2017) , Wahyudi (25) warga Klayatan, Kecamatan Sukun, Malang dan kekasihnya Felansia Indriani (21) warga Desa Kalitelo, Kecamatan Donomulyo, Malang pergi ke Lumajang.

Mereka berdua ke Lumajang itu untuk pergi ke rumah dosen Felansia di sebuah akademi perawat di Pandaan yang tinggal di Lumajang. Tujuannya adalah untuk bimbingan skripsi. Mereka tak sendiri, melainkan bersama tiga pasangan lainnya. Total rombongan adalah empat sepeda motor dan delapan orang.

Paska dari Lumajang, mereka ini pulang ke Pandaan. Di tengah jalan, pasangan Wahyudi dan Felansia ini berpisah dengan tiga teman lainnya.

Alhasil, Wahyudi dan Felansia ini harus pulang sendiri. Mereka tidak terlalu hafal dengan jalanan di Pasuruan.

Mereka melintas di wilayah Rembang, hingga masuk jalan Oro-Oro Ombo Kulon. Mereka pun mengarah ke Bekacak, Kelurahan Kolursari, Kecamatan Bangil.

Sampai di jembatan bekacak, mereka menyebrang ke jembatan Bekacak yang menghubungkan antara desa setempat dengan Dusun Tamanan, Desa Oro – oro OmboKulon, Kecamatan Rembang,

Awalnya, mereka tak melihat ada air pasang. Saat di tengah - tengah jembatan, air di Sungai Kedunglarangan ini mendadak pasang

Seketika itu, keduanya diterjang derasnya air banjir itu. Keduanya hanyut bersama sepeda motor Yamaha Vixion yang dikemudikan Wahyudi

Wahyudi berhasil selamat karena ia bisa berenang. Ia berpegang pada pohon yang ada di dekat sungai ini. Sedangkan, kekasihnya, Falensia belum ditemukan hingga saat ini.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved