Malang Raya
Rektor UB Turunkan Kuota Mahasiswa, Ternyata Ini Tujuannya
Rektor UB sudah menetapkan kuota mahasiswa S1 tahun ajaran 2017/2018, yaitu sebanyak 10.000 orang. Sedang mahasiswa pasca sarjana sebanyak 2500 orang.
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Rektor Universitas Brawijaya (UB) sudah menetapkan kuota mahasiswa S1 tahun ajaran 2017/2018, yaitu sebanyak 10.000 orang. Sedang mahasiswa pasca sarjana sebanyak 2500 orang.
Berarti terjadi penurunan daya tampung dari sebelumnya yang mencapai sekitar 12.000 orang. Penurunan ini mengakibatkan dekan fakultas sudah merevisi kapasitas prodinya menyesuaikan kuota itu.
Wakil Rektor I Universitas Brawijaya, Prof Dr Kusmartono mengatakan rektor telah menetapkan daya tampung fakultas. Jadi fakultas tinggal menyesuaikan.
“Memang tidak semua fakultas daya tampung prodinya diturunkan. Ada yang tetap. Seperti Fakultas Hukum (FH),” jelas Prof Dr Kusmartono kepada SURYAMALANG.COM, Senin (30/1/2017).
Pihak Fakultas Hukum mengusulkan daya tampung mahasiswa pada 2017 sebanyak 600 orang. Ketetapan rektor 2017/2018 sebanyak 600 orang. Setelah ada revisi tetap 600 orang.
Daya tampung yang tetap juga ada di Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Hewan yaitu 190 mahasiswa. Serta Fakultas Kedokteran Gigi sebanyak 120 mahasiswa.
Daya tampung tetap karena mahasiswa di fakultas itu masih sedikit dan termasuk fakultas baru.
Menurut Kusmartono, latar belakang penurunan kuota maba UB agar kampus tidak crowded, dan mempertimbangkan rasio dosen-mahasiswa.
“Pak rektor juga ingin dosen tidak hanya sibuk mengajar mahasiswa S1, tapi juga memperbanyak waktunya untuk riset/penelitian,” tambahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/ujian-sbmptn_20160531_203631.jpg)