Senin, 13 April 2026

Malang Raya

Tim Ahli Cagar Budaya Kota Malang : Bangunan Bisa Bertambah, Bisa Berkurang

"Tahun 2017 baru mulai starting. Kami matangkan dulu rencana kerja, termasuk rencana kerja jangka pendek," kata akademisi Universitas Negeri Malang

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Aflahul Abidin
Bangunan Omah Mode di Jalan Suropati, Kecamatan Klojen, Kota Malang, menjadi satu dari tiga bangunan yang diduga cagar budaya baru. Bangunan ini akan diusulkan mendapat nomor registrasi resmi cagar budaya 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Tim Ahli Cagar Budaya Kota Malang masih akan berfokus pada penyusunan rencana kerja 2017 sebelum sepenuhnya menghimpun data soal bangunan, kawasan, dan arsitektur yang diduga cagar budaya baru di Kota Malang.

Dwi Cahyono, Anggota Tim Ahli Cagar Budaya Kota Malang mengatakan, tiga bangunan yang diduga cagar budaya baru itu memang sudah didatangi langsung oleh tim ahli cagar budaya nasional. Terkait detail penetapannya, kata dia, menjadi kewenangan tim itu.

"Tahun 2017 ini baru mulai starting. Kami matangkan dulu rencana kerja, termasuk rencana kerja jangka pendek," kata akademisi Universitas Negeri Malang itu.

Menurutnya, data-data terkiat bangunan yang berusia lebih dari 50 tahun yang diduga cagar budaya sudah ada. Namun, data tersebut masih perlu diperbarui lagi. Jumlah di data yang ada, kata dia, bisa bertambah ataupun berkurang. Bertambah jika ada bangunan tua yang bisa jadi cagar budaya namun belum terhimpun. Berkurang apabila bangunan tersebut sudah dibongkar.

SURYAMALANG.COM sempat mendatangi bangunan Omah Mode, satu dari tiga bangunan yang diduga cagar budaya baru, Sabtu (4/1/2017). Depan pagar bangunan tersebut tertutup seng. Isi dalam bangunan juga sudah kosong. Beberapa bulan sebelumnya, bangunan  ini dijadikan tempat penjualan busana oleh sang pemiliki.

Selain tulisan "Omah Mode" besar yang mencolok, terdapat juga tulisan "Anno 1926". Kemungkinan, tulisan tersebut menunjukan tahun pembangunan Omah Mode.

Dari sisi desain, bangunan luar Omah Mode bergaya arsitektur Belanda. Pintu depannya berupa pagar besi. Dari lobang-lobang pintu tersebut, terlihat ruang kosong luas berupa lorong-lorong.

"Beberapa hari lalu, ada orang dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang datang ke sini," kata seorang penjaga. Ia mengizinkan SURYAMALANG.COM masuk melewati pagar seng dan melihat dari dekat bangunan tersebut.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved