Malang Raya
Jaminan Kualitas untuk Program SMK Gratis Dipertanyakan, Tunggu Peran Serta Masyarakat dan Gubernur?
Soal konsep pendidikan gratis di Jatim bagi siswa SMK itu serba mungkin diterapkan, namun belum ada jaminan kualitasnya.
Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM,KEPANJEN - Hingga kini, Pemprov Jatim belum bisa memberikan jaminan kualitas SMK dengan konsep biaya sekolah gratis.
Hal itu lebih disebabkan oleh komitmen dari Gubernur Jatim terpilih nantinya bila menawarkan konsep SMK gratis .
Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Hudiyono menjelaskan, mengacu pada konsep Undang Undang pendidikan merupakan tanggungjawab bersama pemerintah, masyarakat, dan industri.
Soal konsep pendidikan gratis di Jatim bagi siswa SMK itu serba mungkin diterapkan, namun belum ada jaminan kualitasnya.
"Akan tetapi, kalau masyarakat ingin pendidikan itu berkualitas maka semua pihak harus ikut serta meningkatkan kualitas tersebut," kata Hudiyono, Rabu (27/9/2017).
Dijelaskan Hudiyono, selama ini Pemerintah hanya bisa membiayai kebutuhan sekolah sebesar 50 persen dari yang dibutuhkan oleh sekolah dan itu sudah bagus.
Tetapi akan lebih bagus lagi kalau masyarakat terlibat aktif meningkatkan kualitas sekolah.
Dicontohkannya, seperti di SMK Negeri 2 Turen dimana kebutuhan sekolah tidak hanya memenuhi kebutuhan kegiatan belajar mengajar, tetapi juga ada kebutuhan lain.
Bagaimana sekolah bisa memenuhi delapan standart untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah tersebut tanpa ada keterlibatan masyarakat?.
"Makanya, sekolah gratis dan berstandart mungkin saja bisa, tapi kualitasnya ya harus berstandart. Bila ingin berkualitas ya semua pihak mulai industri dan orang tua harus berperan turut serta menggapai kualitas itu," ucap Hudiyono.
Untuk itu, semua pihak harus ikut terlibat untuk mencapai kualitas pendidikan, pembelajaran dan mutu pendidikan.
Meskipun sekolah gratis SMK di Jatim bisa saja terjadi, tetapi pertimbangan kualitas harus tetap diutamakan.
Di Jawa Timur saat ini total ada 1996 SMK. Dengan rincian 296 SMK Negeri dan sisanya SMK swasta.
"Dari jumlah tersebut, 40 persen di antaranya sudah memiliki kualitas yang baik," tutur Hudiyono.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/lks-smk_20170919_204033.jpg)