Malang Raya
Komunitas Sadar Lingkungan Desak Pemkot Batu Bikin Perda Soal Lingkungan
Komunitas sadar lingkungan prihatin pada banyaknya sampah di sungai Kota Batu.
Penulis: Sany Eka Putri | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, KOTA BATU – Komunitas sadar lingkungan prihatin pada banyaknya sampah di sungai Kota Batu.
Anggota Sapu Bersih Nyemplung Kali (Saber Pungli) Kota Batu, Catur Wicaksono mengatakan komunitas peduli lingkungan mendesak Pemkot Batu membuat Perda terkait lingkungan.
Jika hanya sekedar aksi tetapi tidak ada efek jera bagi masyarakat, pola pikir masyarakat sulit berubah.
Menurutnya, kebijakan Pemkot penting untuk kelestarian lingkungan.
“Apalagi Kota Batu dikenal sebagai daerah yang ramah lingkungan, dan pemandangan yang asri.”
“Jangan sampai itu dirusak dengan kebiasaan masyarakat yang suka membuang sampah di pinggir jalan atau sungai,” kata Catur kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (23/5/2018).
Dia khawatir dampaknya terasa beberapa tahun ke depan, seperti air tercemar, banjir, dan sebagainya.
Menggalakkan aksi bersih-bersih sungai juga perlu regulasi terkait lingkungan.
Sebab, kesadaran masyarakat masih rendah.
Seharusnya pemerintah mampu mengeluarkan peraturan pembatasan penggunaan pemakaian plastik, dan memberi hukuman tegas bagi pembuang sampah di sungai.
“Kalau bisa jalan sama-sama. Kalau hanya sepihak, sulit,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu, Arief As Siddiq mengatakan Pemkot memakai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup, baik dalam pelestarian lingkungan dan aturan pembuangan sampah di sungai.
“Kami juga menggalakkan dan membantu komunitas peduli lingkungan untuk terlibat dalam pelestarian lingkungan,” kata Arief.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/aksi-saber-pungli-di-aliran-sungai-brantas-di-kelurahan-sisir-kota-batu-beberapa-waktu-lalu_20180523_141047.jpg)