Breaking News
Selasa, 14 April 2026

Kabar Jember

Ketika Eva Terpaksa Mengerjakan Soal Ujian CPNS di Ambulans

Eva duduk di atas kursi di dalam mobil ambulans RSU Kaliwates Jember. Di depannya, terdapat sebuah laptop.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: yuli
suryamalang.com/Sri Wahyunik
Salah satu peserta tes SKB CPNS 2018 di Jember mengerjakan soal di mobil ambulance karena habis melahirkan dengan operasi cesar. 

SURYAMALANG.COM, JEMBER - Eva Nurmauidah (32) duduk di kursi dengan kaki diselonjorkan. Tidak ada sepatu di kedua kakinya. Kakinya masih terlihat bengkak.

Eva memakai pakaian atasan berwarna putih dan berkerudung berwarna hitam, namun selembar kain batik melilit bagian bawahnya secara longgar. Di pergelangan tangan kanannya ada identitas diri khas pasien rumah sakit.

Hanya saja SuryaMalang.com bertemu Eva bukan di rumah sakit, namun di halaman Balai Serbaguna Kaliwates, Jember, Jumat (14/12/2018).

Eva duduk di atas kursi di dalam mobil ambulans RSU Kaliwates Jember. Di depannya, terdapat sebuah laptop. Laptop itu juga ditaruh di atas sebuah kursi. Ada sambungan internet di laptop tersebut.

Sebelum pukul 10.00 Wib, laman ujian CPNS muncul di laptop tersebut. Eva merupakan salah satu peserta tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) yang mengikuti ujian di hari terakhir tes SKB, Jumat (14/12/2018) di Kabupaten Jember.

Jumat (14/12/2018) ini merupakan hari terakhir pelaksanaan SKB yang berlokasi di Jember. Peserta ujian untuk Pemerintah Kabupaten Jember mendapat giliran dua hari terakhir yakni Kamis (13/12/2018) dan Jumat (14/12/2018).

Eva termasuk salah satunya. Perempuan itu seharusnya mengikuti ujian pada Kamis (13/12/2018). Namun karena pada Rabu (12/12/2018) sore, dia baru melahirkan melalui operasi sesar, maka dia pun meminta izin kepada penyelenggara ujian. Izinnya juga disertai surat keterangan dokter.

"Kemarin memang belum bisa. Sekarang saja masih sakit-sakit sih, nyeri. Tapi gimana lagi. Eman kalau saya nggak ikut. Ini keempat kalinya saya ikut ujian CPNS. Usia juga sudah 32, iya kalau tahun depan ada rekruitmen lagi. Dokter membolehkan ikut ujian dengan syarat tidak boleh heboh geraknya," tutur Eva sambil sesekali meringis namun tersenyum.

Sebelum ujian berlangsung pukul 10.00 Wib, Eva berbincang dengan Surya. Dia berangkat dari RSU Kaliwates Jember. Perempuan asal Desa Dukuhdempok Kecamatan Wuluhan itu juga mengikuti ujian di mobil ambulans yang membawanya tersebut.

"Tetap semangat, dan mohon doanya. Ya harusnya banyak belajar juga sebelum pelaksanaan ujian SKB, terutama tentang pendidikan metode pedagogi, tapi ya gimana lagi kemarin melahirkan," imbuhnya.

Eva adalah guru tidak tetap (GTT) yang sudah menjalani profesinya selama 11 tahun. Saat ini dia mengajar di SDN Tegalwaru 4 Kecamatan Mayang. Dia memilih melamar formasi untuk sebuah SD di Kecamatan Puger, kecamatan yang tidak jauh dari tempat tinggalnya.

Dia lolos Seleksi KOmpetensi Dasar (SKD) hasil perangkingan. Dia berada di rangking pertama, dari hasil perangkingan tersebut. Karena hal itulah yang membuatnya bersemangat tetap mengikuti SKB ini.

"Harapan orang tua juga saya jadi PNS. Kemarin tiga kali pernah ikut ujian CPNS gagal terus," imbuhnya. Sebelum ujian, Eva melahirkan anak keduanya yang berjenis kelamin laki-laki. Dia juga melahirkan anak pertamanya secara sesar. Karena kondisi rahimya yang tidak memungkinkan untuk melahirkan secara normal, maka kelahiran anak keduanya ini juga dilakukan melalui operasi sesar.

Namun belum selesai sang bunda menjalani ujian CPNS, anak kedua Eva memilih minta dilahirkan.

Sebelum mengikuti ujian, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Kantor Regional 2 Jawa Timur Tauchid Djatmiko sempat meninjau lokasi ujian Eva. Bahkan Tauchid juga bertanya kepada Eva apa anaknya sudah diberi nama.

Halaman 1/2
Tags
Jember
CPNS
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved