Kabar Jember
Ketika Eva Terpaksa Mengerjakan Soal Ujian CPNS di Ambulans
Eva duduk di atas kursi di dalam mobil ambulans RSU Kaliwates Jember. Di depannya, terdapat sebuah laptop.
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: yuli
"Apa anaknya sudah diberi nama. Nanti dinamanya ada SKB-SKB-nya ya," seloroh Tauchid.
Eva menjawab belum sambil tertawa menanggapi selorohan Tauchid.
Menurut Tauchid, apa yang terjadi pada Eva merupakan sesuatu yang di luar kehendak peserta ujian. "Kami sebagai pelayan, pihak yang memberikan pelayanan tentu wajib memfasilitasi itu apalagi jika pihak penanggungjawab penyelanggara di titik lokasi ini mengizinkannya. Peristiwa seperti ini pernah terjadi di tempat lain saat SKD lalu. Melahirkan di saat ujian, akhirnya dilarikan ke rumah sakit," tutur Tauchid yang meninjau pelaksanaan tes SKB di Jember.
Menurutnya tidak ada perlakukan khusus kepada Eva selain lokasinya berada di dalam mobil ambulans. "Namun soal, teknis pengerjaan, pengawasan, juga waktu ujian semuanya sama. Kalau dia ujian jam 10.00 maka selesainya ya pukul 11.30 Wib," tegas Tauchid.
Dari pantauan SuryaMalang.com, Eva memang mendapatkan pengawasan seperti peserta ujian yang berada di dalam aula Balai Serbaguna. Seorang pengawas duduk menghadapnya di depan pintu mobil. Juga ada petugas dari Panitia Seleksi Nasional, dan Panitia Seleksi Daerah, juga seorang anggota kepolisian.
Tes SKB di hari terakhir di Jember digelar dalam dua sesi. Sesi pertama diikuti oleh 309 orang dan dihadiri oleh 308 orang, dan sesi kedua diikuti oleh 51 orang, namun yang hadir 48 orang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/peserta-tes-skb-cpns-di-jember-kerjakan-soal-di-ambulance.jpg)