Rabu, 8 April 2026

Malang Raya

Boltapiet Malang yang Lahir dari Resep Asal-asalan

produk bolu tape Boltapiet yang terletak di Jl Candi Borobudur, Gang IVB, No 1, Blimbing, Kota Malang.

Penulis: Benni Indo | Editor: yuli
Benni Indo
Fadilah Fitriani menunjukkan produk UMKM nya dengan merk Boltapiet. 

SURYAMALANG.COM, BLIMBING – Geliat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Malang memang terus menggeliat. Banyak bermunculan usaha yang digawangi oleh warga.

Salah satunya adalah produk bolu tape Boltapiet yang terletak di Jl Candi Borobudur, Gang IVB, No 1, Blimbing, Kota Malang.

Ada kisah menarik dan inspiratif di balik lahirnya Boltapiet. Pemilik Boltapiet, Fadilah Fitriani (36) menceritakan, resep bolu tape ini muncul asal-asalan ketika iamenjawab pertanyaan saudaranya.

Saat itu ada saudaranya akan mengadakan hajatan sunatan putranya dan bertanya resep bolu tape.

“Tanya resep bolu tape ke saya. Berhubung saya lagi ribet bikin kue, itu saya ngawur ngasih resepnya. Saya sama sekali tidak tahu apa itu bolu tape,” katanya.

Namun ternyata saudaranya mengatakan kalau bolu tape sesuai resep yang dikatakan Fadilah enak rasanya. Mendengar itu, Fadilah pun heran.

Ia pun meminta lagi resep itu dari saudaranya. Kemudian membuat sendiri bolu tape di rumah. Suami, anaknya dan saudaranya yang lain disuruh mencoba dan memberikan masukan terhadap bolu tape yang dibuat.

“Waktu itu kan saya lupa apa resepnya. Terus saya minta lagi ke saudara saya itu. Yang nyicipi keluarga. Ada kritikkan dan masukkan, di situ akhirnya saya coba terus sampai ketemu resep enak,” ujarnya, Jumat (15/3/2019).

Suatu hari, ketika ia sedang membuat bolu tape, ada seorang temannya datang dan melihat aktivitas Fadilah membuat kue. Temannya itu kemudian menawarkan produk bolu tape yang dibuatnya masuk ke UMKM.

Sejak saat itulah, geliat UMKM bolu tape buatan Fadilah mulai melebarkan sayapnya pada pertengahan 2017.

Fadilah memang lahir dan besar dari seorang ibu yang berdagang jajanan desa. Sejak kecil, ia sudah pintar membuat kue.

Sebelum fokus menekuni bolu tape, ia juga memproduksi sejumlah kue dan makanan ringan lainnya. Seperti tahu walik, nastar, putri salju, dan beberapa jenis kue lainnya. Membuat kue sudah menjadi passionnya sejak awal.

Mengawali bisnis UMKM Boltapiet, Fadilah mengeluarkan modal sekitar Rp 800 ribu. Nilainya memang tidak terlalu banyak karena beberapa peralatan sudah dimiliki oleh Fadilah. Uang Rp 800 ribu untuk membeli bahan resep pembautan bolu tape.

Dikatakannya, saat awal-awal memproduksi bolu tape, dalam sehari bisa membroduksi sebanyak 40 piece. Itu diproduksi dengan oven sederhana peninggalan orangtuanya.

“Itu saya lakukan sampai tengah malam. Sampai jam 2 malam. Mentok ya di angka 40 itu,” katanya.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved