Kota Batu
Sultan Palembang Sebut Kota Batu Miliki Budaya
Pemerintah kota Batu kini bisa bernafas lega. Karena bakal dibantu oleh MCKN untuk mengembangkan budaya dan situs sejarah yang ada di Batu.
Penulis: Sany Eka Putri | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, KOTA BATU - Pemerintah kota Batu kini bisa bernafas lega.
Karena bakal dibantu oleh Majelis Cendikiawan Keraton Nusantara (MCKN) untuk mengembangkan budaya dan situs sejarah yang ada di Batu.
Di sisi lain juga banyak situs sejarah di Kota Batu yang harus digali secara mendalam.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Imam Suryono mengatakan keterlibatan itu nanti seperti menguak sejarah peninggalan kerajaan yang ada di Kota Batu.
Bisa berupa candi, temuan situs, maupun punden atau sumber yang sudah ada di Kota Batu.
“Seperti akhir-akhir ini yang baru ditemukan di Kelurahan Songgokerto, Punden Rondo Kuning Nyi Sutiyah.”
“Itu kan perlu digali lagi. Nanti melibatkan mereka dari MCKN di Kota Batu,” kata Imam seusai Pengukuhan MCKN Kota Batu dan Barisan Adat Raja Sultan Nusantara, Senin (25/3/2019).
Ditambah MCKN ini fokus tentang budaya, sehingga bisa membantu Kota Batu untuk menggali lebih dalam lagi tentang situs sejarah di kota Batu.
Ia mengungkapkan masih banyak situs sejarah di Kota Batu yang belum terekspos.
Ia menyebutkan, tidak hanya situs sejarah dan peninggalan sejarah saja, tetapi juga melestarikan budaya. Semisal olahraga tradisional, sejarah tempo dulu.
“Tidak hanya situs saja, tetapi juga kesenian. Apalagi kami ada dua sasaran tahun ini, yaitu meningkatkan pariwisata serta meningkatkan peran serta masyarakat dalam pengembangan budaya,” imbuh Imam.
Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin, Sultan Palembang Darussalam, mengatakan MCKN ini nanti juga sebagai wadah budaya yang ada di Kota Batu dan Malang Raya.
Sejauh ini masih belum ada wadah khusus bagi budaya, sehingga nantinya bisa lebih fokus untuk menangani budaya dan kesenian.
“Di Batu ini banyak peninggalan candi, banyak situs. Ketika para sultan dari berbagai daerah berkumpul di sini, bisa menggali lebih dalam,” kata Iskandar.
Lalu dibandingkan dengan sejarah dan situs peninggalan yang ada di Kota Batu dengan daerah lainnya.
Karena secara tidak langsung pasti akan saling terhubung.
Ia mengakui bahwa ia tertarik dengan situs sejarah yang ada di kota Batu.
“Kami berharap bisa bekerja sama dengan pemerintah di sini, tentang adat budaya. Agar tidak dikuasai oleh pihak kapital,” ungkapnya yang juga Ketua Dewan Pendiri MCKN Pusat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/penanaman-pohon-anggota-mckn-di-kelurahan-songgokerto-kota-batu.jpg)