Selasa, 14 April 2026

Malang Raya

Wali Kota Batu Dewanti Minta Anggaran Desa Dimaksimalkan Setelah Melantik 11 Kades

Dalam pelantikan itu, Dewanti meminta agar para kepala desa bisa memanfaatkan dana desan dengan sebaik-baiknya.

Penulis: Benni Indo | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMalang.com/Benni Indo
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat melantik 11 Kades terpilih di Graha Pancasila, Kamis (5/12/2019). 

SURYAMALANG.COM, BATU – Sebanyak 11 Kepala Desa terpilih periode 2019-2025 dilantik oleh Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani Batu, Kamis (5/12/2019).

Kata Dewanti, DD dan ADD di 19 desa di Kota Batu sangat besar menurut ukuran desa di Indonesia.

Yakni mulai Rp 4 M sampai Rp 7 m setiap desa per tahunnya.

Bahkan ada yang sampai Rp 10 M jika digabungkan dengan angka SILPA.

"Saya baru tahu kalau ternyata di Kota Batu ini sangat tinggi. Ya, saya baru tahu. Jangan takut ketika mengunakan untuk kegiatan yang bermanfaat. Bisa berkonsultasi ke Kejaksaan, Polres, dan Kodim. Jangan malu bertanya agar setiap program berjalan dengan maksimal," bebernya.

Ia menambahkan, saat ini masih banyak Kepala Desa yang berhati-hati dan takut salah dalam mengeksekusi DD dan ADD.

Pada akhirnya membuat DD dan ADD tidak maksimal, bahkan menghasilkan SILPA.

Kepala Desa yang dilantik adalah Kepala Desa Beji Deny Cahyono, Kepala Desa Punten Hening Trisunu, Kepala Desa Giripurno Suntoro,  Kepala Desa Tulungrejo Suliono, Kepala Desa Bumiaji Edy Suyanto, Kepala Desa Gunungsari Andi Susilo, Kepala Desa Junrejo Andi Faizal Hasan, Kepala Desa Torongrejo Sugeng Santoso, Kepala Desa Sidomulyo Suharto, Kepala Desa Sumberejo Riyanto dan Kepala Desa Oro-Oro Ombo Wiweko.

Sementara itu, Kepala Desa Torongrejo Sugeng Santoso mengungkapkan jika dirinya bakal kembali melanjutkan program yang berpihak kepada masyarakat. Sugeng juga mengaku tidak takut untuk menggunakan dana desa. Namun ia mengaku merasa khawatir.

“Kalau khawatir itu ada, tapi saya tidak takut. Tak hanya melanjutkan program, saya juga akan memaksimalkan DD dan ADD sesuai aturan. Melihat anggaran yang besar juga tidak mudah,” ujar Sugeng.

Butuh SDM yang mumpuni untuk mengelola dana besar. Sugeng menjelaskan, dirinya sudah memiliki SDM yang kompeten mengelola anggaran.

“Untuk mengelola juga diperlukan SDM yang mumpuni," paparnya singkat.

Untuk total DD, ADD, maupun DBHPR Kota Batu tahun 2019 senilai Rp 100,48 miliar. Anggaran tersebut terbagi di 19 Desa di tiga Kecamatan di Kota Batu

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved