Selasa, 14 April 2026

Berita Malang Hari Ini

Ada di Sekitar Rumah, Ternyata Banyak Masyarakat Tak Tahu Junggul

Universitas Islam Malang (Unisma) mengukuhkan dua profesor baru, yaitu Prof Dr Ir Hj Mahayu Woro Lestari MP dan Prof Dr Hj Dyah Werdiningsih MPd.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Pengukuhan Prof Dr Ir Hj Mahayu Woro Lestari MP dan Prof Dr Hj Dyah Werdiningsih MPd sebagai profesor di Universitas Islam Malang (Unisma), Rabu (20/12). 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Universitas Islam Malang (Unisma) mengukuhkan dua profesor baru, yaitu Prof Dr Ir Hj Mahayu Woro Lestari MP dan Prof Dr Hj Dyah Werdiningsih MPd.

Mahayu Woro Lestari sebagai profesor bidang ilmu hortikultura, dan Dyah Werdiningsih adalah profesor di bidang Ilmu Pendidikan dan Sastra Indonesia.

Dalam orasi pengukuhannya, Mahayu Woro mengangkat tentang sayuran yang terabaikan bernama junggul. Menurutnya, tidak banyak masyarakat yang tahu soal junggul.

"Saya tertarik pada sayur junggul. Kemudian saya melakukam kajian. Ternyata mayoritas masyarakat kurang mengenali tanaman liar di sekitar rumahnya," kata Mahayu, Rabu (20/12).

Junggul hidup di area gulma, tempat limbah, dan pemakaman. Tidak banyak masyarakat yang tahu manfaat junggul. Akhirnya tidak banyak masyarakat yang memanfaatkan junggul.

Padahal junggul bisa menjadi obat herbal dan sayuran. Sayuran itu dijual seharga Rp 7.000 per kilogram (Kg) di marketplace.

"Sayuran ini diambil dari alam, dan belum ada yang membudidayakan. Ini juga sebagai peluang bisnis dan bisa menjadi alternatif pangan, seperti buat lalapn," imbuhnya.

Rektor Unisma, Prof Dr Maskuri MSi mengatakan junggul memiliki banyak manfaat. "Saya sempat searching, ternyata junggul memiliki 25 manfaat, termasuk untuk mencegah penuaan dini," kata Maskuri.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VII Jawa Timur (Jatim), Dyah Sawitri mengapresiasi bertambahnya profesor di Unisma.

"Tahun ini Unisma memiliki empat orang profesor perempuan. Masya Allah, ini luar biasa," kata Dyah Sawitri.

Menurutnya, jabatan profesor adalah jabatan akademik tertinggi dan punya amanah yang luar biasa. Dyah ingin profesor juga mengajar di S1 sehinggga kompetensi profesor di setiap program studi (prodi) berdampak pada outputnya sebagai pencetak kerja.

Dya juga berharap dua profesor baru ini bisa mengimplementasikan konsep yang mewarnai perubahan terkait Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

"Dua profesor ini adalah aset strategis untuk Unisma. Jika ingin menuju world class university dengan karya terbaik lewat tridarma perguruan tinggi, adanya profesor menjadikan nilai lebih," tambahnya.

Jumlah perguruan tinggi di Jatim sebanyak 321 lembaga per Desember 2023. Tapi, hanya 10 lembaga yang berakresditasi unggul, termasuk Unisma.

"Ini akan menjadi modal utama Unisma untuk menjadi universitas berkelas dunia," terangnya.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved