Kabupaten Malang
TKD Dipangkas Rp 574 Miliar, Sekda dan Ketua DPRD Kabupaten Malang Masih Berupaya Merayu ke Pusat
TKD Dipangkas Rp 574 Miliar, Sekda dan Ketua DPRD Kabupaten Malang Masih Berupaya Merayu ke Pusat
Penulis: Imam Taufiq | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM, MALANG - Sekda Kabupaten Malang, Budiar Anwar, dan Ketua DPRD Kabupaten Malang, Darmadi, terus berupaya mencari cara demi membatalkan rencana pemangkasan APBN untuk dana Transfer ke Daerah (TKD) Rp 574 miliar.
Sebelumnya, Jumat (10/10/2025) lalu, Budiar dengan dikawal Darmadi dan 30 anggota dewan, ngeluruk ke Dirjen Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri.
Namun, upaya merayu Kemendagri sepertinya belum ada respons, sehingga Budiar dan Darmadi akan mencari cara lain.
Menurut Darmadi, pihaknya akan terus berupaya agar tidak sampai terjadi pemangkasan TKD ke Pemkab Malang sebesar Rp 574 miliar.
Sebab, jika itu sampai terjadi, Darmadi tak bisa membayangkan dampak apa yang akan terjadi. Yang pasti, banyak rencana kegiatan yang sudah tersusun, bisa amburadul.
Baca juga: Dana Transfer Pusat Dipangkas Rp 574 Miliar, Sekda Budiar dan 30 Anggota Dewan Lobi Dirjen Keuangan
"Kalau para gubernur bisa protes ramai-ramai, kami juga bisa melalui jalur asosiasi ketua dewan kabupaten se-Indonesia."
"Paling tidak, suara kami bisa didengar jangan sampai TKD kami dipangkas Rp 574 miliar dari nilai total jatah tiap tahun Rp 3,6 Triliun seperti tahun 2024 lalu," ungkap Darmadi kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (21/10/2025).
Bahkan, lanjut dia, pemangkasan TKD itu baru rencana saja, itu sudah berdampak.
Yakni, hingga menjelang akhir tahun 2025 ini, belum bisa dilakukan pembahasan rencana kerja buat tahun 2026 mendatang.
Itu artinya, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, jika akhir tahun seperti ini, belanja modal buat pembangunan ke depan sudah teranggarkan.
"Ya, semoga berhasil upaya kami ini. Jika tidak, ya banyak proyek buat kepentingan rakyat yang tertunda."
"Misalkan, Dana Alokasi Khusus (DAK) buat proyek fisik banyak berkurang, di antaranya bidang pendidikan, akan berkurang Rp 5,7 M, kesehatan akan berkurang Rp 9,2 M, proyek Sanitasi berkurang Rp 8,9 M, proyek irigasi Rp 9,5 M," ungkap Darmadi.
Baca juga: Sekda Budiar Sudah Siap Lakukan Mutasi untuk Para Pejabat, Eksekusi Menunggu Bupati Pulang Umrah
Sementara, Budiar Anwar mengaku tetap opmitis untuk melobi pusat.
Ia bersama anggota dewan, giliran akan merayu Kementerian Keuangan.
Alasannya, jika anggaran pusat untuk Kabupaten Malang dipangkas Rp 0,5 Triliun itu akan cukup berat karena daerah juga akan ikut menyukseskan program ketahanan pangan yang digagas Presiden Prabowo Subianto Subianto.
| Kabupaten Malang Matangkan Persiapan untuk Pilkades Serentak 2027 Mendatang, Digelar di 310 Desa |
|
|---|
| Polres Malang Selidiki Temuan Jasad Bayi Perempuan di Kebun Tebu Desa Gondanglegi |
|
|---|
| Gus Kholik Kembali Jadi Ketua DPC PKB 2026-2031, Siapkan Kader PKB untuk Bupati Malang Selanjutnya |
|
|---|
| Gus Kholik kembali Terpilih sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Malang untuk Periode 2026-2031 |
|
|---|
| Pemkot Malang Dituding Berbelit Soal Kompensasi TPA Supit Urang, Warga Geram Merasa di-Prank Lagi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Sekda-Kabupaten-Malang-Budiar-Anwar-Ketua-Dewan-Darmadi-Dirjen-Keuangan-Daerah.jpg)