Kota Malang
DPRD Kota Malang Tinjau Progres Pembangunan Gedung Parkir Kayutangan, Target Kurangi Kemacetan
DPRD Kota Malang Tinjau Progres Pembangunan Gedung Parkir Kayutangan, Target Kurangi Kemacetan dan Tambah PAD
Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
Ringkasan Berita:
- Komisi C DPRD Kota Malang meninjau progres pembangunan gedung parkir Kayutangan Heritage yang dianggarkan pada APBD 2025
- Ketua Komisi C, M Anaz Muttaqin, menyampaikan bahwa pembangunan fasilitas parkir ini merupakan kelanjutan dari pembelian lahan yang telah dilakukan pemerintah pada tahun sebelumnya
- Anaz menjelaskan bahwa pembangunan berjalan dengan beberapa penyesuaian akibat keterbatasan anggaran
SURYAMALANG.COM, MALANG – Komisi C DPRD Kota Malang meninjau progres pembangunan gedung parkir Kayutangan Heritage yang dianggarkan pada APBD 2025, Rabu (19/11/2025).
Ketua Komisi C, M Anaz Muttaqin, menyampaikan bahwa pembangunan fasilitas parkir ini merupakan kelanjutan dari pembelian lahan yang telah dilakukan pemerintah pada tahun sebelumnya.
Anaz menjelaskan bahwa pembangunan berjalan dengan beberapa penyesuaian akibat keterbatasan anggaran.
Meski desain awal berdasarkan DED merencanakan gedung parkir setinggi lima lantai, pada tahun ini pembangunan baru dapat direalisasikan hingga dua lantai.
“Bukan tidak sesuai DED, hanya ada penyesuaian karena pemotongan dana transfer dan kondisi APBD."
"Yang penting, fasilitas ini bisa segera dipakai sebagai solusi parkir,” ujar Anaz kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (19/11/2025).
Baca juga: Sudah Sebulan Ratusan Murid SMPN 19 Kota Malang Tak Menerima MBG Lagi, SPPG Berhenti Beroperasi
Dalam peninjauan tersebut, Komisi C mencermati skema konektivitas gedung parkir Kayutangan yang rencananya akan terhubung dengan parkir di Jalan Majapahit.
Pembagian peruntukan juga dirancang agar lebih efektif.
“Di sini untuk kendaraan roda empat, sedangkan yang belakang untuk roda dua."
"Jadi nanti terhubung dan alurnya jelas, masuk dari sini dan keluar di sana,” kata Anaz.
Ia menilai, bila beroperasi penuh, fasilitas itu berpotensi besar mengatasi persoalan parkir di kawasan Kayutangan Heritage sekaligus mengurangi kemacetan yang selama ini kerap terjadi akibat parkir di bahu jalan.
Anaz menambahkan, selain menjadi solusi manajemen lalu lintas, gedung parkir tersebut juga memiliki potensi meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) melalui retribusi parkir.
"Harapannya, selain mengatasi keterbatasan lahan parkir, nanti juga bisa menambah PAD Kota Malang,” ujarnya.
Komisi C berharap pembangunan bisa dilanjutkan secara bertahap pada tahun-tahun anggaran berikutnya hingga sesuai dengan desain awal, sehingga fungsi dan manfaat gedung parkir dapat maksimal bagi masyarakat dan kawasan heritage Kota Malang.
Sementara itu, pembangunan gedung parkir Kayutangan Heritage terus berjalan dan kini telah mencapai progres 55 persen.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menjelaskan bahwa gedung yang semula direncanakan memiliki lima lantai itu kini disesuaikan menjadi dua lantai dan difokuskan untuk menampung kendaraan roda empat.
Widjaja mengatakan penyesuaian dilakukan karena keterbatasan anggaran, sehingga prioritas diarahkan pada kebutuhan parkir mobil yang ruangannya lebih besar.
“Konsep awal lima lantai itu termasuk untuk roda dua. Tapi dengan kondisi sekarang, kami optimalkan gedung parkir ini khusus roda empat terlebih dahulu,” ujarnya
Dengan kapasitas dua lantai, gedung parkir tersebut diperkirakan dapat menampung 45 hingga 50 mobil. Sementara untuk kendaraan roda dua, Dishub memusatkan penataan di area Jalan Majapahit.
Widjaja optimistis pembangunan bisa rampung sesuai kontrak pada 15 Desember 2025. Struktur gedung yang menggunakan sistem fabrikasi disebut dapat mempercepat pengerjaan.
“Kami tetap berpegang pada jadwal kontrak. Jika ada indikasi keterlambatan, akan kami evaluasi 10 hari sebelumnya,” tegasnya.
Kebutuhan Parkir Diprediksi Terpenuhi
Dishub juga mencatat bahwa jumlah kendaraan roda empat yang parkir di koridor Kayutangan saat ini tidak sampai 100 unit setiap hari.
Dengan kapasitas hampir 50 mobil, Widjaja menilai gedung parkir ini dapat mengakomodasi sebagian besar kebutuhan.
“Nanti yang parkir di sisi kiri jalan bisa diarahkan masuk ke gedung ini. Kalau masih kurang, kami siapkan strategi lain,” katanya.
Widjaja menambahkan, sistem pembayaran retribusi parkir di gedung baru tersebut direncanakan menggunakan skema nontunai untuk mendukung transparansi dan efisiensi layanan.
Pemerintah Kota Malang memperkirakan keberadaan gedung parkir Kayutangan dapat mengurangi parkir di bahu jalan, mengurai kemacetan, dan memperbaiki tata kelola kawasan heritage yang menjadi ikon wisata kota.
| Komisi B DPRD Kota Malang Tinjau Tembok Retak di Pasar Besar |
|
|---|
| DPRD Kota Malang Soroti Transparansi Data hingga Optimalisasi PAD dalam LKPJ 2025 |
|
|---|
| Pemkot Malang Siaga Hadapi Bencana saat Memasuki Kemarau, Mitigasi dan Relawan Sudah Disiapkan |
|
|---|
| Banyak Sungai Melintasi Kota Malang, Kebutuhan Air untuk Pertanian saat Kemarau Dinilai Cukup |
|
|---|
| Petani di Kota Malang Terkena Dampak Buruk Perubahan Iklim Ekstrem, Hasil dan Kualitas Panen Turun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Anggota-Komisi-C-DPRD-Kota-Malang-meninjau-langsung-proses-pembangunan-parkir-Kayutangan.jpg)