Jumat, 12 Juni 2026

Kota Malang

Tembok Jebol di Proyek Gorong-gorong Suhat, Warga Menduga Berdampak pada Banjir Parah di Kota Malang

Tembok Jebol di Proyek Gorong-gorong Suhat, Warga Menduga Berdampak pada Banjir Parah di Kota Malang

Tayang:
Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
TEMBOK JEBOL - Kondisi tembok yang jembol (bagian kanan) di proyek pembangunan gorong-gorong Jalan Soekarno Hatta, Kota Malang, Senin (15/12/2025). Tembok yang jebol tersebut ditengarai mengakibatkan dampak banjir parah di kawasan Bantaran, Kelurahan Purwantoro. 

Ringkasan Berita:
  • Peristiwa banjir di Kota Malang yang terjadi pada 4 Desember 2025 mengakibatkan rumah warga di Kelurahan Purwantoro rusak. Salah satunya adalah rumah milik Agusetyo Budi
  • Agus, yang juga mantan seorang pekerja lapangan kontraktor bangunan itu lantas berinisiatif untuk melihat proyek pembangunan gorong-gorong di Jalan Soekarno Hatta (Suhat)
  • Sejak awal, ia telah menduga bahwa banjir terparah yang ia rasakan pada 4 Desember 2025 itu akibat proyek gorong-gorong Jalan Soekarno Hatta

SURYAMALANG.COM, MALANG - Peristiwa banjir di Kota Malang yang terjadi pada 4 Desember 2025 mengakibatkan rumah warga di Kelurahan Purwantoro rusak.

Salah satunya adalah rumah milik Agusetyo Budi.

Hingga saat ini, Senin (15/12/2026), rumahnya masih belum nyaman untuk ditempati.

Agus, yang juga mantan seorang pekerja lapangan kontraktor bangunan itu lantas berinisiatif untuk melihat proyek pembangunan gorong-gorong di Jalan Soekarno Hatta (Suhat).

Sejak awal, ia telah menduga bahwa banjir terparah yang ia rasakan pada 4 Desember 2025 itu akibat proyek gorong-gorong Jalan Soekarno Hatta.

Pada Senin pagi (15/12/2025), Agus datang langsung ke proyek pengerjaan gorong-gorong di Jalan Soekarno Hatta.

Ia susuri proyek tersebut untuk melihat seperti apa proses pembangunannya. Saat tiba di ujung proyek, ia menemukan ada tembok yang jebol.

Baca juga: Rute Penerbangan Lombok-Malang Resmi Dibuka untuk Perkuat Konektivitas Sektor Pariwisata

Ada dua jebolan di tembok tersebut. Yang satu berbentuk segi empat, satunya lagi segi panjang.

Di bawah tembok yang jebol itu, aliran sungai mengarah ke kawasan rumahnya di Bantaran, Kelurahan Purwantoro, Kota Malang.

Melihat temuan itu, Agus menyimpulkan bahwa genangan sungai yang tinggi di rumahnya diakibatkan jebolnya tembok tersebut. Tembok itu telihat sengaja dijebol karena bentuknya simetris.

"Karena tembok ini jebol, air yang harusnya masuk ke gorong-gorong, sebagiannya malah keluar menuju sungai ke arah Bantaran. Ini yang menyebabkan banjir parah kemarin," ungkap Agus kepada SURYAMALANG.COM, Senin (15/12/2025).

Atas temuan tersebut, Agus meminta Pemerintah Kota Malang mengambil langkah cepat.

Menurutnya, jika terjadi hujan lagi, akan sangat bahay bagi warga Bantara dan kawasan Jalan Ciliwung. Aliran air yang harusnya masuk ke gorong-gorong, lalu dibuang ke Kali Brantas dekat Polinema, malah sebagiannya mengalir ke kawasan Bantaran.

Agus juga menyayangkan pengerjaan yang tidak mempertimbangkan dampak buruk kepada warga tersebut.

Ia meminta pelaku pengerjaan proyek dapat bertanggungjawab agar dampak banjir tidak membuat warga lain semakin susah.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved