Kota Malang
Dosen UMM Ingatkan Ancaman Kesehatan dan Pentingnya Pencegahan Dini di Tengah Cuaca Ekstrem 2026
Perubahan suhu yang tidak menentu, curah hujan tinggi, hingga peningkatan kelembapan dinilai dapat memicu berbagai gangguan kesehatan
Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah | Editor: Dyan Rekohadi
Ringkasan Berita:
- Dosen Keperawatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Ns. Zaqqi Ubaidillah, M.Kep., Sp.Kep.MB., menegaskan bahwa cuaca ekstrem harus dipandang sebagai ancaman kesehatan populasi.
- Jika tubuh gagal beradaptasi secara optimal, maka risiko gangguan kesehatan akan meningkat
- Sinergi antara keluarga, komunitas, fasilitas kesehatan, serta kebijakan yang responsif dinilai menjadi kunci menekan dampak kesehatan akibat cuaca ekstrem.
SURYAMALANG.COM, MALANG - Prediksi cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi pada awal 2026 menjadi peringatan serius, bukan hanya bagi sektor lingkungan, tetapi juga kesehatan masyarakat.
Perubahan suhu yang tidak menentu, curah hujan tinggi, hingga peningkatan kelembapan dinilai dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, terutama pada kelompok rentan.
Dosen Keperawatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Ns. Zaqqi Ubaidillah, M.Kep., Sp.Kep.MB., menegaskan bahwa cuaca ekstrem harus dipandang sebagai ancaman kesehatan populasi.
Menurutnya, kondisi lingkungan yang terus menekan kemampuan adaptasi tubuh dapat meningkatkan risiko penyakit apabila tidak diantisipasi sejak dini.
"Cuaca ekstrem bukan sekadar fenomena alam. Ini adalah stresor lingkungan yang berdampak langsung pada pemenuhan kebutuhan dasar kesehatan,"
"Jika tubuh gagal beradaptasi secara optimal, maka risiko gangguan kesehatan akan meningkat," kata Zaqqi, Rabu (7/1/2026).
Baca juga: BMKG Rilis Cuaca Ekstrem di Jatim 26 Desember 2025: Hujan Lebat hingga Sangat Lebat
Stres Fisiologis Kronik
Zaqqi menjelaskan, paparan cuaca ekstrem dalam jangka waktu tertentu dapat memicu stres fisiologis kronik.
Suhu dingin dan kelembapan tinggi berpotensi melemahkan pertahanan saluran pernapasan.
Sementara suhu panas ekstrem dapat menyebabkan kehilangan cairan dan elektrolit secara berlebihan.
Ketika keseimbangan tubuh atau homeostasis terganggu dalam waktu lama, daya tahan tubuh akan menurun.
"Akibatnya, tubuh lebih mudah terserang infeksi dan mengalami kelelahan fisiologis," jelasnya.
Baca juga: Alokasi Anggaran untuk Drainase Terbatas, Pemkot Malang Atasi Banjir dengan Penegakan Perda
Kelompok Rentan
Zaqqi mengingatkan bahwa kelompok anak-anak, Lansia, ibu hamil, penderita penyakit kronis, serta pekerja lapangan memiliki tingkat kerentanan lebih tinggi.
Kelompok ini membutuhkan perhatian ekstra melalui pengawasan kesehatan, pengaturan aktivitas, serta dukungan keluarga dan komunitas.
Tak hanya kesehatan fisik, aspek kesehatan mental juga menjadi perhatian.
| Gang Mirej di Kelurahan Madyopuro Kota Malang Dilanda Banjir Enam Kali dalam Dua Bulan |
|
|---|
| Pemkot Malang Bakal Bangun Embung di Kelurahan Madyopuro sebagai Upaya Mengatasi Banjir |
|
|---|
| Dishub Kota Malang Dukung Trans Jatim Lewati Terminal Arjosari, Lokasi Ideal Pertemuan Transportasi |
|
|---|
| Ratusan Driver Ojol di Kota Malang Rela Antre Demi dapat Voucher BBM Gratis dan Paket Sembako |
|
|---|
| Divo Band Rilis Album Perdana, Targetkan Malang Kembali Jadi Barometer Musik Rock |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Dosen-Keperawatan-Universitas-Muhammadiyah-Malang-UMM-Ns-Zaqqi-Ubaidillah.jpg)