Alih Fungsi Lahan Malang Raya
Banjir dan Tanah Longsor di Kabupaten Malang Meningkat di Sepanjang 2025
Pada 2025, jumlah kejadian bencana alam banjir dan tanah longsor di kabupaten Malang mengalami peningkatan dibanding 2024.
Penulis: Luluul Isnainiyah | Editor: Dyan Rekohadi
Ringkasan Berita:
- Jumlah bencana alam banjir dan tanah longsor di Kabupaten Malang meningkat di sepanjang tahun 2025 dibanding tahun 2024.
- BPBD kabupaten Malang mencatat ada 23 kejadian banjir dan 98 kejadian tabah longsor di tahun 2025.
- Penyebab terjadinya bencana alam seperti terjadi pendangkalan, kedua penyempitan, dan ketiga karena alih fungsi fungsi lahan sawah atau perkebunan menjadi hunian.
SURYAMALANG.COM, MALANG - Setiap musim hujan, sejumlah wilayah di Kabupaten Malang berpotensi terjadi banjir dan tanah longsor.
Pada 2025, dua bencana tersebut mengalami peningkatan dibanding 2024.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan mengatakan banjir pada 2024 sebanyak 22 kejadian lalu meningkat menjadi 23 kejadian pada 2025.
Dengan daerah rawan banjir terdapat di Kecamatan Pujon, Ngantang, Kasembon, Karangploso, Dau, Singosari, Lawang, Pakis, Poncokusumo, Ampelgading, Tirtoyudo, Dampit, Sumbermanjing Wetan, Gedangan, Kalipare, hingga Wagir.
Sedangkan, tanah longsor juga mengalami peningkatan.
Di 2024 sebanyak 67 kejadian. Kemudian pada 2025 meningkat menjadi 98 kejadian.
Daerah rawan longsor terjadi di antaranya ada di Kecamatan Pujon, Ngantang, Kasembon, Karangploso, Dau, Singosari, Lawang, Poncokusumo, Tumpang, Ampelgading, Tirtoyudo, Dampit, Sumbermanjing Wetan, Wagir, Kromengan, Ngajum, hingga Wonosari.
"Di 2025 ini banjir paling banyak terjadi di Kecamatan Lawang, Pakis, Tirtoyudo. Sementara untuk longsor paling banyak terjadi di Kecamatan Lawang, Ngantan, dan Pujon," jelasnya.
Baca juga: Dilema Kota Malang Berkomitmen Menjaga Lahan Sawah Saat Kebutuhan Ruang Terus Meningkat
Penyebab Banjir dan Tanah Longsor
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan menyebutkan, penyebab terjadinya banjir karena faktor kombinasi antara manusi dan alam.
Yaitu seperti terjadi pendangkalan, kedua penyempitan, dan ketiga karena alih fungsi fungsi lahan sawah atau perkebunan menjadi hunian.
Dan yang tak kalah penting, curah hujan dengan intensitas tinggi di hulu berdampak pada peningkatan volume air di hilir.
Belum lagi di hilir terjadi sedimentasi besar-besaran.
Sedangkan untuk bencana tanah longsor di antaranya terjadi karena faktor curah hujan tinggi.
Faktor ini menyebabkan struktur tanah terutama di kawasan perbukitan dan tebing tidak kuat menahan beban.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/TANAH-LONGSOR-PUJON.jpg)