Kamis, 30 April 2026

Alih Fungsi Lahan Malang Raya

Kegelisahan Warga Ketika Banyak Perumahan Bermunculan di Kawasan Buring Kota Malang

Tidak hanya di  pusat kota, pembangunan perumahan baru juga merambah area pinggir kota seperti misalnya di Kelurahan Buring Kecamatan Kedungkandang.

Tayang:
Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Purwanto
ILUSTRASI - Bangunan perumahan di kawasan Buring, Kecamatan Kudungkandang, Kota Malang terlihat dari atas. Sejumlah kawasan di Buring Kota Malang terjadi alih fungsi lahan. 
Ringkasan Berita:
  • Menjamurnya perumahan baru di kota Malang melahirkan kekhawatiran tersendiri bagi warganya.
  • Salah satu dampak yang sudah dirasakan, warga di kawasan Buring merasa kondisi udara tak lagi sejuk
  • Banyaknya perumahan baru yang ikut menggerus lahan terbuka hijau dikhatirkan juga jadi sumber masalah banjir karena berkurangnya lahan resapan

SURYAMALANG.COM, MALANG - Pesatnya perekonomian dan pertumbuhan masyarakat kota Malang, berdampak terhadap maraknya permintaan masyarakat akan perumahan.

Kini, di Kota Malang banyak berdiri berbagai perumahan.

Tidak hanya di  pusat kota, pembangunan perumahan baru juga merambah area pinggir kota seperti misalnya di Kelurahan Buring Kecamatan Kedungkandang.

Baca juga: Banjir dan Tanah Longsor di Kabupaten Malang Meningkat di Sepanjang 2025

 

Udara Tak Sejuk Lagi

Salah seorang warga sekitar yang tinggal di Jalan KH Malik Dalam Kelurahan Buring, Kurniawan Pratama, mengaku bahwa di wilayahnya tersebut sudah banyak berdiri perumahan

Setidaknya, ada tiga perumahan sekaligus yang lokasinya tidak jauh dari rumahnya.

"Dulu, wilayah Buring ini masih banyak lahan hijau dan pepohonan. Kini, di sini makin banyak berdiri perumahan," ujar Kurniawan kepada suryamalang.com, Minggu (25/1/2026).

Imbas dari banyaknya perumahan baru yang bermunculan di wilayah Buring sudah mulai dirasakan Kurniawan.

Menurutnya, kini kondisi udara sudah tidak sejuk. 

Selain itu, tipikal warga perumahan cenderung tertutup sehingga sulit memastikan apakah rumahnya benar-benar dijadikan sebagai tempat tinggal hunian atau menjadi kontrakan.

"Terkadang, identitas penghuninya berbeda karena sama pemilik ternyata rumahnya dikontrakkan. Jadi, kami sebagai warga sekitar khawatir ketika terjadi sesuatu hal," bebernya.

Baca juga: Kecamatan Karangploso Paling Diincar Pengembang, Banyak Dibangun Perumahan karena Dekat Kota Malang

 

Khawatir Potensi Banjir

Sementara itu, Bagus yang juga merupakan warga Jalan KH Malik Dalam Kelurahan Buring mengungkapkan, bahwa pihak perumahan selalu memberikan sosialisasi kepada warga baik saat membangun ataupun melakukan pengembangan.

"Kalau membangun atau melakukan pengembangan, biasanya pihak perumahan memberikan sosialisasi ke warga. Biasanya, juga melibatkan ketua RT atau RW setempat," jelasnya.

Namun, dirinya khawatir dengan begitu banyaknya perumahan dan makin minimnya lahan hijau, potensi bencana seperti banjir akan meningkat di kawasan Buring.

"Tentunya, pihak pemerintah atau dinas terkait bisa lebih memperketat pemberian izin mendirikan perumahan. Kami khawatir, lahan hijau yang menjadi tempat resapan air akan semakin sedikit. Sehingga, dikhawatirkan potensi banjir ke depannya juga akan semakin meningkat," pungkasnya.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved