Kota Malang
Viral Pengakuan Korban Konten Sumpah Pocong di Malang Diduga Mengalami Pelecehan
Konten sumpah pocong milik salah satu pengasuh Pondok Pesantren di Malang kini mendadak viral di media sosial.
Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah | Editor: Eko Darmoko
Ringkasan Berita:
- Seorang perempuan diduga menjadi korban pelecehan saat menjadi talent sebuah konten milik pengasuh Ponpes di Malang
- Dalam konten sumpah pocong itu, si talent buka suara setelah mengalami tindakan yang kurang menyenangkan hingga dugaan pelecehan seksual secara verbal
- Peristiwa itu terjadi pada 28 Januari 2026 lalu dan belakangan menjadi sorotan publik
SURYAMALANG.COM, MALANG - Konten sumpah pocong milik salah satu pengasuh Pondok Pesantren di Malang kini mendadak viral di media sosial.
Setelah ada salah satu talent yang buka suara setelah mengalami tindakan yang kurang menyenangkan hingga dugaan pelecehan seksual secara verbal.
Talent tersebut berinisial RNH yang juga berprofesi sebagai penyiar radio.
Peristiwa itu terjadi pada 28 Januari 2026 lalu dan belakangan menjadi sorotan publik setelah cerita RNH dan korban lainnya viral di media sosial.
Saat ditemui SURYAMALANG.COM, RNH menceritakan awal mula dirinya tertarik mengikuti casting karena menemukan akun Instagram yang membuka lowongan talent video dengan iming-iming bayaran Rp 200 ribu.
Tawaran tersebut mengharuskan talent datang cepat ke lokasi, tanpa proses casting terlebih dahulu.
Tertarik dengan tawaran tersebut, akhirnya perempuan berusia 28 tahun itu langsung menghubunginya karena memiliki waktu luang.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Dijadwalkan ke Kota Malang untuk Hadiri Acara Seabad Nahdlatul Ulama
"Setelah saya hubungi, saya diminta untuk langsung menuju ke lokasi. Lokasinya itu berada di daerah Pakis, Kabupaten Malang."
"Saat saya hampir sampai di lokasi, kemudian saya diminta menghubungi nomor orang lain, yang ternyata itu adalah kru dari pemilik ponpes itu," kata Rizka.
Tergiur Jumlah Subscriber
Setibanya di lokasi, RNH mengaku sempat merasa yakin karena tempat tersebut tampak seperti rumah produksi (Production House) dan memiliki kanal YouTube dengan jumlah pelanggan mencapai 2 jutaan subscriber.
Namun, rasa tidak nyaman mulai muncul ketika briefing dinilai tidak profesional.
Saat itu Rizka tak sendiri. Ia ditemani oleh adiknya dan juga talent lain berjenis kelamin laki-laki.
Baik Rizka maupun talent pria tersebut, baru pertama kali ikut casting di tempat tersebut.
Proses syuting dilakukan melalui siaran langsung di YouTube dan TikTok tanpa alur cerita yang jelas.
Seluruh proses disebut berlangsung improvisasi penuh, dengan peran yang kerap berubah di tengah jalan.
| Cara FEB UB Malang Ajari Mahasiswa Manajemen Jadi Wirausaha Lewat Sustain Bazaar 2026 di Transmart |
|
|---|
| Dishub Kota Malang Minta Warga Hargai Jalur Sepeda |
|
|---|
| Wali Kota Malang Tegaskan Sekolah Dilarang Melakukan Pungutan, Wisuda Diminta Sederhana |
|
|---|
| Pemkot Malang Siapkan Perda Lalu Lintas, Atur Kemacetan hingga Rute Angkot |
|
|---|
| Masih Banyak Sekolah Negeri di Kota Malang Lakukan Pungli Berkedok Kegiatan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/pelecehan-seksual-menyimpang-di-rutan.jpg)