Minggu, 31 Mei 2026

Kota Malang

SPPG Lowokwaru Tulusrejo 2 Terima Kritik dan Saran Publik lewat Sosmed untuk Tingkatkan Layanan MBG

SPPG Lowokwaru Tulusrejo 2 Kota Malang menggunakan media sosial untuk menerima masukan dari masyarakat, terutama pihak-pihak penerima manfaat. 

Tayang:
Penulis: Benni Indo | Editor: iksan fauzi
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
TERIMAS KRITIK : Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lowokwaru Tulusrejo 2 Kota Malang, Juffa Hanan, Jumat (27/2/2026). Ia menjelaskan penggunaan media sosial untuk menerima masukan dari masyarakat, terutama pihak-pihak penerima manfaat. 

SURYAMALANG.COM | MALANG - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lowokwaru Tulusrejo 2 Kota Malang menggunakan media sosial untuk menerima masukan dari masyarakat, terutama pihak-pihak penerima manfaat. 

Kepala SPPG, Juffa Hannan, menegaskan bahwa pihaknya terbuka terhadap kritik dan saran dari wali murid agar proses penyampaian masukan menjadi lebih mudah dan transparan.

Juffa menjelaskan, selain kanal pengaduan melalui media sosial, setiap sekolah memiliki penanggung jawab (PIC) yang bisa menghubungi dirinya secara langsung. 

“PIC dari sekolah punya nomor saya pribadi. Jadi kalau ada keluhan atau saran, bisa langsung disampaikan. Setiap hari kami tampung dan evaluasi,” katanya.

Juffa menyebut bahwa keluhan yang paling sering diterima selama ini berkaitan dengan porsi makanan. 

Ada siswa yang merasa porsinya terlalu banyak, sementara lainnya merasa kurang.

Variasi kebutuhan makan siswa inilah yang menjadi tantangan sekaligus fokus perbaikan di SPPG Lowokwaru, Tulusrejo 2 Kota Malang.

“Porsi ini memang variatif. Ada yang kebanyakan, ada yang kekurangan. Itu yang terus kami perbaiki,” imbuhnya.

SPPG Lowokwaru Tulusrejo 2 Kita Malang melayani 13 sekolah dengan total 2.678 siswa dari jenjang PAUD hingga SMP. 

Juffa mengatakan, dengan jumlah penerima yang mencapai ribuan siswa, evaluasi dan pengawasan kualitas menu MBG akan terus diperketat. 

“Kita membagikan sesuai wilayah yang kita cakup. Ini juga terus kita evaluasi dan menerima semua masukan,” ujarnya.

Ia mencontohkan, pemilihan buah dalam paket MBG telah disesuaikan dengan kondisi Ramadan, khususnya terkait daya tahan buah selama proses distribusi.

Buah seperti apel dan pir dipilih karena lebih awet dan kecil kemungkinan rusak sebelum sampai ke tangan siswa.

Baca juga: Tampung Keluhan Menu MBG, Bupati Malang Sanusi Buka Call Center dan Rakor 3 Bulan Sekali

Baca juga: Siswa dan Guru SMPN 11 Kota Malang Terima MBG Untuk 2 Hari Sekaligus

Jaga kesegaran buah

Wali murid siswa SMPN 11 Kota Malang, Musyarofah menyarankan agar kesegaran buah diperhatikan. 

Ia pernah mendapati bahwa buah yang diterima anaknya tidak laik konsumsi.

"Kadang-kadang buahnya terlalu kecil. Matangnya tidak merata," ujarnya.

Terlepas dari itu, ia menilai menu kering selama Ramadan cukup membantu siswa. Ia menambahkan, karena paket dibawa pulang, makanan yang tidak disukai anak tetap bisa dikonsumsi anggota keluarga yang lain.

“Bisa dimakan bersama keluarga,” katanya.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved