Kota Malang
Harga Cabai Kota Malang Tembus Rp100 Ribu, Petani Lesanpuro Cemas Digempur Hama dan Cuaca Ekstrem
Harga cabai meroket tajam di pasar Kota Malang menyentuh Rp100.000/kg, namun ternyata para petani di Lesanpuro pusing tujuh keliling!
Penulis: Purwanto | Editor: Sarah Elnyora Rumaropen
Ringkasan Berita:
- Kenaikan harga cabai yang mencapai Rp100.000 di Kota Malang dipicu oleh minimnya pasokan dari luar daerah, sehingga pasar kini bergantung penuh pada kelompok tani lokal.
- Sunarto, salah satu petani di Lesanpuro, mengungkapkan meski harga di tingkat petani naik dari Rp75.000 menjadi Rp90.000 per kilogram, tantangan yang dihadapi sangat berat.
- Hujan malam yang terus mengguyur memicu ledakan hama pengisap getah, yang memaksa petani meningkatkan frekuensi perawatan.
SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG - Harga cabai di pasaran Kota Malang meroket tajam dalam sepekan terakhir.
Sejak awal Ramadhan 2026, harga cabai di Kota Malang telah menembus angka Rp100 ribu per kilogram.
Sementara itu, berdasarkan pantauan di tingkat petani, harga bahkan telah menyentuh angka Rp90 ribu per kilogram.
Kenaikan harga ini dipicu oleh minimnya pasokan dari daerah lain yang biasa mengirim cabai ke Kota Malang.
Akibatnya, pasar kini hanya bergantung pada pasokan lokal dari kelompok tani di wilayah Kota Malang sendiri.
Baca juga: Harga Cabai Mulai Turun di Pasar Sayur Karangploso Malang, Pasokan Petani Melimpah
Sunarto, salah satu petani cabai di Kelurahan Lesanpuro, membeberkan kenaikan harga terjadi sangat cepat dalam hitungan hari.
Pada panen pertama, harga cabai masih berada di kisaran Rp75 ribu per kilogram.
"Baru kemarin (panen) kedua, pas hari Selasa kemarin, itu mencapai Rp90 ribu," ujar Sunarto saat ditemui di lahannya, Rabu (4/3/2026).
Kecemasan Petani di Tengah Cuaca Ekstrem
Meski harga sedang "pedas-pedasnya", para petani di Kelurahan Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, justru mengaku dilingkupi kecemasan.
Sunarto menjelaskan, musim hujan menjadi tantangan berat bagi keberlangsungan tanamannya karena cuaca ekstrem membuat hama berkembang biak jauh lebih cepat dari biasanya.
Baca juga: Semakin Pedas, Harga Cabai Rawit di Pasar Induk Among Tani Kota Batu Tembus Rp 120 Ribu per Kg
Hama thrips dan kutu kebul, yakni hama pengisap getah utama yang menyebabkan daun melengkung keriting, bercak keperakan, dan pertumbuhan kerdil pada tanaman, kini menjadi ancaman serius bagi petani.
"Hama thrips dan kutu kebul itu sangat menyerang. Karena hujan malam seperti tadi malam, hama-hama itu sangat cepat perkembangannya," keluh Sunarto.
Biaya Produksi Membengkak Dua Kali Lipat
Kondisi ini memaksa para petani untuk bekerja ekstra keras dan mengeluarkan modal lebih guna menyelamatkan tanaman mereka dari kegagalan panen.
Untuk menangkal serangan hama di musim hujan, Sunarto mengaku harus meningkatkan dosis dan frekuensi perawatan tanaman cabainya, yang berdampak langsung pada biaya operasional yang membengkak drastis.
"Di musim normal biasa hanya 1 kali seminggu, kini meningkat menjadi 2 hingga 3 kali seminggu" tutur Sunarto yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Gapoktan (gabungan kelompok tani) setempat.
| Komix Herbal Ajak Gen Z di Malang Mengenal Herbal sebagai Bagian dari Gaya Hidup Sehat |
|
|---|
| Peringatan Kenaikan Yesus Kristus di Malang, Momen Kepulangan Jemaat Perantau |
|
|---|
| Jelang Libur Panjang Periode Mei 2026, Dishub Kota Malang Antisipasi Titik Rawan Macet |
|
|---|
| Roadshow IndonesiaNEXT di UB Malang Diikuti Ratusan Mahasiswa, Menimba Ilmu Artificial Intelligence |
|
|---|
| Edukasi Obat Herbal di SMAN 4 Kota Malang, saatnya Gen Z Jadi Generasi Sehat Tanpa Narkoba |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Harga-Cabai-Kota-Malang-Tembus-Rp100-Ribu-Petani-Lesanpuro-Cemas-Digempur-Hama-dan-Cuaca-Ekstrem.jpg)