Minggu, 10 Mei 2026

Kota Malang

Ramadan Penuh Berkah, Pegadaian Area Malang Hadirkan Program Sosial dan Dorong Investasi Emas

Ramadan Penuh Berkah, Pegadaian Area Malang Hadirkan Program Sosial dan Dorong Investasi Emas

Tayang:
SURYAMALANG.COM/Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
PEGADAIAN - Deputi Bisnis Pegadaian Area Malang, Marselino J Manginsihi, saat memberikan pelayanan kepada masyarakat di kantor Pegadaian Malang, Senin (16/3/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Pegadaian Area Malang mendekatkan diri dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial sekaligus mengedukasi pentingnya investasi emas saat momen Ramadan 2026
  • Deputi Bisnis Pegadaian Area Malang, Marselino J Manginsihi, mengatakan pihaknya rutin menggelar sejumlah program selama bulan suci Ramadan tahun ini
  • Program mudik gratis bahkan menjadi kegiatan yang selalu dinantikan masyarakat setiap tahun. Meski kuotanya terbatas, antusiasme masyarakat untuk mengikuti program tersebut cukup tinggi

SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG - Momentum bulan suci Ramadan dimanfaatkan oleh Pegadaian Area Malang untuk mendekatkan diri dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial sekaligus mengedukasi pentingnya investasi emas.

Deputi Bisnis Pegadaian Area Malang, Marselino J Manginsihi, mengatakan pihaknya rutin menggelar sejumlah program selama bulan suci Ramadan tahun ini.

Mulai dari pembagian takjil, sahur on the road hingga program mudik gratis bagi nasabah.

"Setiap Ramadan kami selalu hadir di tengah masyarakat. Ada pembagian takjil, sahur on the road, hingga mudik gratis."

"Program ini bukan hanya bentuk kepedulian, tetapi juga cara Pegadaian lebih dekat dengan masyarakat," kata Marselino saat ditemui SURYAMALANG.COM, Senin (16/3/2026).

Menurutnya, program mudik gratis bahkan menjadi kegiatan yang selalu dinantikan masyarakat setiap tahun.

Meski kuotanya terbatas, antusiasme masyarakat untuk mengikuti program tersebut cukup tinggi.

Baca juga: Bandara Abdulrachman Saleh Mulai Dipadati Penumpang Arus Mudik, Tiga Hari Tembus 4900 Orang Lebih

Selain kegiatan sosial, Pegadaian juga memanfaatkan momentum Ramadan untuk memperkuat literasi keuangan masyarakat, terutama terkait investasi emas.

Marselino menjelaskan, saat ini paradigma masyarakat terhadap Pegadaian telah berubah.

Jika dahulu identik dengan tempat menggadaikan barang saat membutuhkan dana cepat, kini Pegadaian juga menjadi pilihan masyarakat untuk berinvestasi.

"Sekarang orang datang ke Pegadaian bukan hanya saat butuh dana cepat, tetapi juga untuk berinvestasi, khususnya emas," ujarnya.

Ia menyebutkan, dalam beberapa tahun terakhir emas menjadi salah satu instrumen investasi yang semakin diminati masyarakat.

Hal ini tidak terlepas dari kondisi ekonomi global yang membuat harga emas cenderung meningkat.

"Kalau melihat fenomena dua tahun terakhir, emas menjadi primadona. Ketika terjadi gejolak global, orang biasanya beralih ke emas karena dinilai lebih stabil," katanya.

Baca juga: Hiswana Migas Malang Prediksi Konsumsi Gas LPG di Malang Raya Naik 15 Persen saat Lebaran 2026

Di Pegadaian, masyarakat bisa memiliki emas batangan melalui berbagai produk investasi, salah satunya cicilan emas dengan tenor mulai tiga bulan hingga tiga tahun.

Dengan skema tersebut, harga emas yang dibeli nasabah akan terkunci di awal transaksi sehingga tidak terpengaruh jika terjadi kenaikan harga di kemudian hari.

"Misalnya hari ini membeli emas dengan harga tertentu, harga itu yang akan dikunci sampai cicilan selesai. Jadi kalau harga emas naik, nasabah tetap menggunakan harga awal," jelasnya.

Selain cicilan emas, Pegadaian juga menawarkan produk Tabungan Emas yang kini semakin mudah diakses melalui aplikasi Tring! by Pegadaian.

Menurut Marselino, kemudahan transaksi digital membuat masyarakat bisa berinvestasi emas tanpa harus datang ke kantor Pegadaian.

"Sekarang masyarakat bisa menabung emas langsung dari aplikasi. Ini membuat investasi emas semakin mudah dijangkau," kata pria yang sebelumnya menjabat di Manado ini.

Di Malang Raya sendiri, minat masyarakat terhadap investasi emas disebut cukup tinggi.

Bahkan menurut Marselino, edukasi investasi emas di wilayah ini tergolong lebih maju dibandingkan beberapa daerah lain.

Untuk saat ini, jumlah nasabah untuk produk tabungan emas di Pegadaian area Malang mencapai lebih dari 30.000 orang.

Warga Malang dianggapnya juga mulai banyak yang melek akan investasi, utamanya berkaitan dengan literasi keuangan.

"Kalau di Malang, minat cicilan emas batangan sangat bagus. Ibaratnya seperti jual kacang goreng. Masyarakat sudah mulai melek investasi," ujarnya.

Baca juga: Jukir di Kota Batu Jangan Ngawur Menentukan Tarif Parkir, Jika Bandel Harus Siap Menerima Sanksi

Dari sisi kinerja bisnis, Pegadaian Area Malang juga mencatat pertumbuhan positif selama Ramadan tahun ini.

Hingga pertengahan Maret 2026, pertumbuhan bisnis tercatat sekitar 2 persen dan masih berpotensi meningkat hingga menjelang Lebaran.

Hal tersebut cukup menarik karena biasanya pada periode Ramadan transaksi pelunasan gadai lebih tinggi dibandingkan pencairan kredit.

"Biasanya kalau Ramadan itu pertumbuhan cenderung minus karena banyak nasabah menebus barangnya. Tapi di Malang masih stabil bahkan tetap tumbuh," jelasnya.

Di akhir sesi wawancara, ia mengingatkan masyarakat agar semakin sadar pentingnya pengelolaan keuangan, terutama saat menerima tunjangan hari raya (THR).

Marselino mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan seluruh THR untuk konsumsi, melainkan menyisihkan sebagian untuk investasi.

"Kalau dapat THR, jangan semuanya habis untuk konsumsi. Sisihkan untuk investasi, salah satunya emas. Ini penting untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi di masa depan," tandasnya.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved