Rabu, 29 April 2026

Kota Malang

Organda dan Dishub Kota Malang Sepakat Segera Realisasikan Feeder

Dalam upaya mempercepat operasional feeder dan angkutan belajar, baik Organda Kota Malang dan Dishub Kota Malang sama-sama berbenah

Tayang:
Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
REALISASI FEEDER - Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat bersama Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang berdialog dengan para sopir angkutan kota di Terminal Arjosari beberapa waktu lalu. Pemkot Malang dan Organda Kota Malang sepakat untuk menyegerakan operasional feeder di Kota Malang. 

Ringkasan Berita:
  • Dinas Perhubungan Kota Malang telah bertemu dengan Organda Kota Malang untuk membahas kelanjutan operasional feeder dan angkutan pelajar
  • Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat agar operasional feeder dan angkutan pelajar segera direalisasikan
  • Dalam upaya mempercepat operasional feeder dan angkutan belajar, baik Organda Kota Malang dan Dishub Kota Malang sama-sama berbenah

SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG – Pemkot Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang telah bertemu dengan Organda Kota Malang untuk membahas kelanjutan operasional feeder dan angkutan pelajar.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat agar operasional feeder dan angkutan pelajar segera direalisasikan.

Dalam upaya mempercepat operasional feeder dan angkutan pelajar, baik Organda Kota Malang dan Dishub Kota Malang sama-sama berbenah.

Pihak Organda mempersiapkan angkutan yang akan menjadi moda, sedangkan Dishub Kota Malang akan mempersiapkan regulasi dan pembuatan jalur.

Sekretaris Organda Kota Malang, Purwono mengatakan, skema feeder berbeda dengan angkutan pelajar. Feeder bertugas menghubungkan penumpang dengan halte Trans Jatim.

Bahkan dalam skema yang dirancang, feeder bisa masuk ke jalan-jalan perumahan.

“Kalau feeder terintegrasi dengan Bus Trans Jatim. Ada penyesuaian jamnya."

"Feeder bisa keliling ke dalam perumahan, jalan-jalan yang selama ini tidak dilewati,” jelasnya kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (29/4/2026).

Menurut dia, feeder nantinya bisa masuk ke kawasan permukiman dan menjemput penumpang menuju halte Trans Jatim.

Sistem itu dinilai lebih efektif karena masyarakat tidak perlu bergantung pada kendaraan pribadi.

“Feeder bisa standby dan penumpang bisa menunggu. Feeder itu mengumpulkan penumpang lalu dibawa ke halte bus Trans Jatim,” ujarnya.

Baca juga: Kebakaran Gudang Rokok di Malang Ternyata Ulah Karyawan, Polisi Ungkap Fakta Penggelapan Rp 7 Miliar

Organda juga meminta Pemkot Malang menyiapkan skema pembiayaan layanan feeder, sebagaimana Bus Trans Jatim yang saat ini dibiayai Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Dengan feeder yang layanannya dibeli Pemkot Malang, mereka tidak perlu menunggu penumpang di jalan. Sopir tinggal melayani penumpang dan semua di bawah pengawasan,” ujarnya.

“Anggaran feeder ini harus disiapkan, karena ini bagian dari komitmen awal,” imbuh Purwono.

Purwono menilai dukungan anggaran dari Pemprov Jatim untuk Trans Jatim seharusnya menjadi momentum besar bagi Kota Malang untuk membangun sistem transportasi publik terintegrasi.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved