Kota Malang
Hadapi Musim Hujan dan Kemarau, SPAM Bango Siapkan Langkah Antisipatif
Menghadapi musim penghujan dan pancaroba menuju kemarau, SPAM Bango di Kota Malang melakukan berbagai langkah preventif.
Penulis: Benni Indo | Editor: Frida Anjani
Ringkasan Berita:
- Menghadapi musim penghujan dan pancaroba menuju kemarau, SPAM Bango di Kota Malang melakukan berbagai langkah preventif.
- Perum Jasa Tirta I menegaskan pasokan air bersih tetap aman meski debit sungai membawa sampah dan sedimen.
- Pembersihan pipa intake dilakukan secara rutin dengan tim selam khusus.
- Kualitas air produksi juga dipastikan memenuhi standar kesehatan melalui pengujian berkala dan sistem pemantauan digital.
SURYAMALANG.COM, MALANG - Perusahaan Umum Jasa Tirta 1 telah menyiapkan beberapa langkah antisipatif dalam menghadapi tantangan perubahan musim agar pasokan air bersih melalui Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) tetap beroperasi.
Memasuki penghujan dan pancaroba menuju kemarau, sampah mulai banyak terpantau di Sungai Bango.
Meski begitu, berdasarkan studi kelayakan teknis, debit air (baseflow) Sungai Bango berada pada level yang aman untuk menjaga kontinuitas produksi meskipun memasuki musim kemarau.
Langkah-langkah preventif dan perawatan aset juga terus dilakukan agar SPAM Bango tetap menjadi pilar kemandirian air bersih bagi Kota Malang.
Direktur Utama Perum Jasa Tirta (PJT) I, Fahmi Hidayat memastikan SPAM Bango tetap mampu memasok air bersih untuk masyarakat Kota Malang.
Hal itu disampaikannya menyikapi tantangan besar yang kini dihadapi SPAM Bango, terutama tingginya beban sampah.
“Hal yang menjadi perhatian kita bersama adalah kondisi air baku yang sangat dipengaruhi oleh sampah. Terutama saat hujan di mana debit banjir membawa sampah dari hulu," katanya, Kamis (19/3/2026).
Fahmi menjelaskan, dampak dari kebiasaan pembuangan sampah ke sungai maupun sistem pengelolaan sampah yang belum memadai dapat memengaruhi kualitas air.
Ia mengajak masyarakat untuk mengubah perilaku itu demi menyelamatkan air untuk masa depan.
Menurutnya, kondisi lingkungan yang terdegradasi tersebut menjadi tantangan utama dalam pengelolaan SPAM Bango.
Terutama ketika intensitas hujan tinggi yang berdampak pada debit air sungai Bango termasuk sampah yang terbawa oleh aliran air.
Langkah konkret untuk memitigasi hal tersebut, dengan melakukan penanganan hambatan pada pipa intake melalui pembersihan intensif. PJT 1 menerjunkan tim selam khusus. Tim tersebut telah dilatih khusus untuk melakukan pembersihan sedimen di dalam air.
Selain itu, PJT I telah memasang unit trash boom di permukaan sungai. Alat terapung yang dibentangkan di sungai tersebut berfungsi untuk menghalau sampah permukaan agar tidak masuk ke dalam sistem pengolahan.
Vice President Pengembangan Bisnis PJT I, Didik Ardianto, menjelaskan bahwa tantangan operasional saat ini sangat dipengaruhi oleh faktor alam.
"Saat curah hujan tinggi, debit sungai membawa muatan yang tidak hanya sampah namun juga sedimen yang dapat menutup saluran intake. Kami menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat,” ungkap Didik.
Menurutnya, sedimen dan sampah tentu berdampak pada kualitas air baku dari sungai yang masuk melalui intake.
Namun bagi PJT I kualitas air adalah prioritas yang harus dijaga.
"SOP pengelolaan SPAM Bango mengharuskan operator untuk melakukan penyesuaian produksi guna memastikan air yang dihasilkan tetap memenuhi standar kesehatan,” tambah Didik.
Ia menegaskan bahwa kualitas air produksi dipantau secara real-time melalui sistem SCADA dan juga melalui pengujian berkala setiap jam oleh petugas PJT I.
“Hasil pengolahan kami secara konsisten memenuhi standar air minum sesuai Permenkes No. 2 Tahun 2023.
Hal ini diperkuat dengan pengujian rutin oleh laboratorium independen (Sucofindo) yang menunjukkan bahwa sejak operasional Agustus 2025, kualitas air selalu memenuhi baku mutu yang dipersyaratkan,” tambahnya.
Ia menambahkan, tantangan pengelolaan SPAM Bango ke depan yang semakin kompleks memerlukan sinergi lintas sektor.
Termasuk upaya kolektif dalam merubah perilaku masyarakat mulai dari hal yang sederhana, tidak membuang sampah sembarangan, pengembalian tata guna lahan di hulu yang menyebabkan peningkatan laju erosi hingga perbaikan vegetasi.
"Kami berharap keandalan WTP Bango bisa maksimal melayani kebutuhan masyarakat Kota Malang. Di samping komitmen insan PJT I juga untuk terus melakukan evaluasi operasional secara komprehensif," pungkasnya.
Ikuti saluran SURYAMALANG di >>>>> News.google.com
| Harga Pertamax Turbo dan Dexlite Naik Drastis di Malang, Antrean Justru Menumpuk di Jalur Pertalite |
|
|---|
| Update Harga dan Stok Minyakita di Malang: Pembelian Dibatasi 2 Liter, Bulog Ajukan Tambahan |
|
|---|
| Harga Daging Sapi di Kota Malang Meroket hingga Rp 150 ribu per Kg |
|
|---|
| Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang Manfaatkan Lahan Pemakaman untuk Perluasan Ruang Terbuka Hijau |
|
|---|
| Terminal Arjosari Kota Malang Siap Jadi Titik Layanan Trans Jatim, Jika Ada Penambahan Koridor |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Pekerja-Perusahaan-Umum-Jasa-Tirta-1-memeriksa-fasilitas-SPAM-Bango-di-Kota-Malang.jpg)