Selasa, 21 April 2026

Peta Politik PKB Malang Memanas, Gus Kholik Hadapi Tantangan Serius dari Internal Partai

Peta politik PKB Kabupaten Malang memanas jelang Musyawarah Cabang (Muscab) pada Minggu (29/3/2026). Posisi Gus Kholik terancam.

Penulis: Imam Taufiq | Editor: Frida Anjani
SURYAMALANG.COM
MUSCAB PKB - Gus Kholik, incumbent ketua DPC PKB yang masih dijagokan untuk memimpin PKB ke depan 
Ringkasan Berita:
  • Peta politik PKB Kabupaten Malang memanas jelang Musyawarah Cabang (Muscab) pada Minggu (29/3/2026). 
  • Posisi Gus Kholik sebagai ketua DPC incumbent kini mendapat tantangan serius dari sejumlah calon. 
  • Dari enam nama yang muncul, Kuncoro dan Gus Tado disebut sebagai pesaing terkuat. Persaingan internal ini diprediksi berlangsung ketat karena keduanya sama-sama memiliki basis kuat di kalangan kiai.

 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Muscab PKB Kabupaten Malang yang digelar di Kepanjen pada Minggu (29/3/2026) dipastikan berlangsung panas.

Gus Kholik sebagai ketua DPC incumbent menghadapi tantangan dari lima calon lain hasil penjaringan DPP PKB

Kuncoro dan Gus Tado disebut sebagai penantang utama dengan strategi politik yang mirip sang petahana.

Situasi ini membuat dinamika internal PKB Malang semakin menarik untuk diikuti.

Muscab PKB Kabupaten Malang

Suhu politik di DPC PKB Kabupaten Malang saat ini sedikit menghangat, menjelang sehari akan digelar Musyawarah Cabang (Muscab) DPC PKB Kabupaten Malang, yang akan berlangsung di hotel Grand Miami, Kecamatan Kepanjen, Minggu (29/3/2026). 

Sebab, posisi kuat H Ir Kholik MAP atau Gus Kholik, sebagai incumbent ketua DPC PKB, rupanya bakal dapat pesaing. 

Informasinya, hasil penjaringan yang dilakukan DPP PKB sebulan ini mendapatkan enam calon.

Selain Gus Kholik, ada Kuncoro, Sekretaris DPC, Ali Murtadlo atau Gus Tado, bendahara DPC, Lathifah Shohib, Wakil Bupati Malang, Abdulloh Satar, anggota dewan PKB, dan Fatkhur Rozi, ketua GP Ansor.

Dari lima calon itu, ada dua orang yang berambisi untuk menggantikan kursi Gus Kholik.

Keduanya dipastikan juga sudah menggunakan segala cara.

Jika tak lewat kiai sepuh untuk ditugaskan melobi DPP, bisa jadi si calon sendiri, yang sowan ke Cak Imin atau Muhaimin Iskandar, Ketum DPP PKB

"Itu pasti lah. Kami semua punya cantolan di atas (DPP PKB). Termasuk, sowan ke kiai, untuk mohon doa restunya," ungkap salah satu calon yang tak mau disebutkan namanya, Sabtu (28/3/2026).

Siapa calon yang berpotensi menyundul Gus Kholik? Tak ada internal PKB yang berani komentar, namun sejumlah sumber SURYA MALANG.COM, mengatakan, jika bukan Kuncoro, ya Gus Tado.

Sebab, keduanya bukan cuma sekadar anggota dewan tiga periode namun gaya politiknya hampir mirip sama Gus Kholik.

Yakni, sama-sama lihai mengambil hatinya para kiai. 

Cuma, Kuncoro dikenal lebih humble, dengan gaya politiknya bertahan. Maklum, ia jadi kepala desa sekitar 20 tahun. 

Sementara, Gus Kholik dan Gus Tado, gaya politiknya tak bisa 'diserang'. Jika ada manuver dari lawan politiknya, mereka pasti jauh lebih reaktif karena punya 'amunisi' untuk menundukkan lawan.

Itu karena Gus Tado,  berangkat dari Banser, hingga jadi Komandan Banser Kabupaten Malang.

Sedang, Gus Kholik, berangkat dari pengusaha, yang kini punya puluhan hektare kebun tebu, pengusaha ternak ayam sekitar 100 ribu ekor, pengusaha gula dan tetes.

"Meski keduanya sudah tertempah, namun sepertinya belum bisa lah mengalahkan sosok Gus Kholik. Gus Kholik sepertinya sudah punya segalanya buat mempertahankan kursinya," ungkap M Zuhdy Ahmadi atau Gus Didik, Gubernur LIRA Jatim.

Respon Gus Kholik

Menanggapi hal itu, Gus Kholik cukup santai karena bukan lagi bicara janji.

Namun, ia merasa sudah membuktikan kinerjanya selama 5 tahun jadi ketua DPC PKB.

Di antaranya, ia bisa mempertahankan PKB jadi partai besar, dengan 11 kursi di gedung dewan atau nomer dua setelah PDIP. 

Lalu dipenghujung jabatannya, Gus Kholik membangun kantor DPC dan masjid di dalamnnya, dengan menelan dana Rp 2 miliar.

"Semua orang tahu lah, biar DPP menilainya sendiri. Kalau buat partai, kami akan allout," pungkasnya.

Ikuti saluran SURYAMALANG di >>>>> News.google.com

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved