Kamis, 9 April 2026

Kabupaten Malang

Mensos Sosialisasikan Digitalisasi Bansos ke Kabupaten Malang, Wujud Hadirkan Data Lebih Akurat

Mensos Sosialisasikan Digitalisasi Bansos ke Kabupaten Malang, Wujud Hadirkan Data Lebih Akurat

Penulis: Luluul Isnainiyah | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Luluul Isnainiyah
DIGITALISASI BANSOS - Menteri Sosial, Syaifullah Yusuf, mensosialisasikan digitalisasi Bantuan Sosial (Bansos) di Kabupaten Malang, Senin (30/3/2026). Kabupaten Malang menjadi kota/kabupaten yang diujicobakan digitalisasi Bansos. 

Ringkasan Berita:

SURYAMALANG.COM, KABUPATEN MALANG - Menteri Sosial (M0ensos) Syaifullah Yusuf mensosialisasikan digitalisasi Bantuan Sosial (Bansos) di Kabupaten Malang, Senin (30/3/2026).

Digitalisasi Bansos ini diterapkan dalam rangka menghadirkan data penerima Program Keluarga Harapan (PKH) yang lebih akurat.

Bertempat di Pendopo Agung Kabupaten Malang, kegiatan sosialisasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) dihadiri oleh Bupati Malang, Muhammad Sanusi, pejabat Pemerintah Kabupaten Malang, serta pendamping PKH se-Kabupaten Malang.

Pria yang akrab disapa Gus Ipul ini menyampaikan, dalam rangka digitalisasi Bansos berbasis (DTSEN) telah dilakukan uji coba di Kabupaten Banyuwangi.

Selanjutnya, digitalisasi Bansos akan diujicobakan di 40 kabupaten/kota di Indonesia, termasuk Kabupaten Malang juga mendapatkan sosialisasi ini.

"Kalau berhasil, maka akan kami berlakukan secara nasional."

"Digitalisasi bansos ini adalah membuat saluran lebih presisi agar bantuan semakin tepat sasaran," kata Gus Ipul kepada SURYAMALANG.COM.

Melalui digitalisasi Bansos ini, masyarakat bisa mengusulkan atau menyanggah data secara mandiri melalui sebuah aplikasi yang disiapkan oleh pemerintah.

Namun berdasarkan uji coba di Banyuwangi, masyarakat yang mengakses aplikasi secara mandiri baru 10 persen, sisanya dibantu oleh pendamping maupun agen.

Baca juga: 3 Ruang Kelas SMKN 1 Ampelgading Kabupaten Malang Ambruk, Kerugian Ditaksir Mencapai Rp 200 Juta

Sehingga dalam hal ini, Gus Ipul menyampaikan perlu adanya peran agen pemutakhiran data.

Agen yang dimaksud pendamping PKH maupun desa yang telah dibekali pemahaman pengoperasian aplikasi tersebut.

"Peran agen pemutakhiran data sangat strategis dalam menjalankan digitalisasi Bansos dapat berjalan dengan baik yakni dengan membantu masyarakat menggunakan aplikasi tersebut," jelasnya.

Dengan ini, ia mentargetkan tingkat eror dalam DTSEN berada di bawah 5 persen. Selain itu, dirinya juga mengapresiasi Kabupaten Malang yang turut andil menghadirkan data penerima bantuan yang akurat.

"Hari ini saya di Malang dan bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS)."

"Alhamdullilah BPS datang, kepala desa, operator desa. Ini semua dalam rangka menghadirkan data yang lebih akurat lewat pemutakhiran berkala," tegasnya.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved