Kota Malang
Dinas Kesehatan Kota Malang Antisipasi Penyebaran Campak dengan Program Imunisasi, Mulai April 2026
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mulai melakukan langkah antisipasi penyebaran campak dengan menggelar program imunisasi kejar
Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
“Sekarang campak bukan lagi penyakit biasa. Ini yang perlu diketahui masyarakat,” tegas Husnul.
Baca juga: Berawal dari MiChat, Polisi Bongkar Sindikat Peredaran Uang Palsu di Kota Batu, Amankan 5 Tersangka
Ia menambahkan, tingginya mobilitas masyarakat di Kota Malang menjadi salah satu faktor yang perlu diantisipasi untuk mencegah penularan virus.
“Kalau herd immunity 95 persen tercapai, potensi penularan akan berkurang. Tapi protokol kesehatan tetap harus dijalankan,” jelasnya.
Terkait penggunaan alat pelindung diri (APD), Husnul menyebut tenaga kesehatan tidak perlu menggunakan APD lengkap seperti saat pandemi, namun tetap harus menerapkan langkah pencegahan, mengingat penularan campak terjadi melalui saluran pernapasan.
“Yang penting bagaimana meminimalisir transmisi virus,” pungkasnya.
Kepala Puskesmas Cisadea, Widjatmiko mengatakan pihaknya secara rutin membantu vaksinasi di wilayah kerja.
Wilayah kerja Puskesmas Cisadea antara lain yakni Kelurahan Purwantoro dan Kelurahan Blimbing.
“Kami terjunkan petugas agar jemput bola ke lapangan. Vaksinasi terus kami lakukan,” terangnya.
Hingga saat ini, proses masih terus berjalan. Widjatmiko mengatakan capaiannya terus digenjot hingga lebih dari 90 persen.
Tantangan di lapangan sejauh ini adalah persepsi masyarakat perihal dampak vaksinasi.
Widjatmiko mengatakan masih ada sebagian kecil warga yang beranggapan bahwa vaksinasi akan membuat anaknya sakit.
Widjamitko menegaskan bahwa vaksinasi berfungsi untuk memperkuat kekebalan tubuh anak sehingga kebal terhadap sejumlah virus, termasuk campak.
“Kami terus edukasi secara perlahan agar mereka paham bahwa ini untuk kebaikan masa depan anak,” paparnya.
Sejauh ini masih belum ada laporan temuan terbaru di Puskesmas Cisadea. Meski begitu, tim kesehatan terus melakukan vaksinasi di lapangan.
Di tempat terpisah, Kepala Puskesmas Janti, Endang Listyowati, menyampaikan bahwa sebelumnya telah melaksanakan vaksinasi ORI di dua wilayah puskesmas yang cakupan imunisasinya belum mencapai batas aman 95 persen.
| Jelang UTBK 2026, UB Malang Perketat Pengawasan dan Sterilkan Area Kampus |
|
|---|
| 40 Perempuan Positif Kanker Serviks di Kota Malang Tahun 2025, Pemkot Gencarkan Skrining |
|
|---|
| Pemkot Malang Siapkan Skema Subsidi Sembako, Antisipasi Kenaikan Harga Akibat Faktor Global |
|
|---|
| Pemkot Malang Gelar Deteksi Dini Kanker Serviks Gratis di 16 Puskesmas, Target 2.500 Peserta |
|
|---|
| PECAH! 30 Ribu Slankers Serbu Lapangan Rampal Malang, Kaka Sapa Arek Ngalam Pakai Bahasa Walikan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Pemkot-Malang-terus-mengejar-ketercapaian-vaksinasi-campak-untuk-membentuk-kekebalan.jpg)