Jumat, 8 Mei 2026

Kota Malang

Harga Pertamax Turbo dan Dexlite Naik Drastis di Malang, Antrean Justru Menumpuk di Jalur Pertalite

Per hari ini (18/4), Pertamina resmi menaikkan harga BBM non-subsidi. Di Malang, harga Pertamax Turbo tembus di kisaran Rp19.400 - Rp20.250/liter.

Tayang:
SURYAMALANG.COM/Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
KENAIKAN HARGA BBM - Aktivitas SPBU Pertamina di Jalan Soekarno Hatta Kota Malang terpantau cukup lengang, meskipun ada informasi kenaikan tarif BBM non subsidi per tanggal 18 April 2026, Sabtu (18/4/2026). Kenaikan harga BBM non-subsidi belum memberikan dampak yang cukup signifikan di Kota Malang. 

Ringkasan Berita:
  • Per 18 April 2026, harga BBM non-subsidi (Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex) mengalami kenaikan signifikan, bahkan mencapai di atas Rp20.000 per liter. 
  • Meski demikian, situasi SPBU di Kota Malang terpantau lengang tanpa kepanikan warga. 
  • Antrean hanya terlihat pada jalur Pertalite, mengindikasikan masyarakat mulai beralih ke BBM subsidi. 
  • Sementara itu, SPBU swasta seperti Shell di Malang dilaporkan mengalami kekosongan stok BBM selama dua bulan terakhir.

SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi belum memberikan dampak yang cukup signifikan di Kota Malang.

Berdasarkan pantauan SURYAMALANG.COM, di sejumlah SPBU pada Sabtu (18/4/2026), aktivitas tampak normal tanpa adanya antrean panjang, bahkan di beberapa titik terlihat cukup sepi.

Kondisi kontras justru terjadi pada jalur pengisian BBM bersubsidi, khususnya Pertalite, yang tidak mengalami kenaikan harga. 

Seperti yang terlihat di kawasan Jalan Soekarno Hatta (Suhat) Kota Malang di mana terdapat tiga SPBU yang lokasinya berdekatan, antrean panjang didominasi oleh kendaraan roda dua di jalur Pertalite.

Baca juga: Bagi-bagi BBM Gratis di Lamongan Diserbu Tukang Becak, Aksi Sosial Bertajuk Jumat Berkah

Sementara itu, aktivitas untuk kendaraan roda empat terpantau cukup lengang.

Bahkan, untuk jenis BBM non-subsidi seperti Pertamax Turbo dan Dexlite, nyaris tidak ada pelanggan yang melakukan pembelian saat pemantauan berlangsung.

Respons Petugas dan Prediksi Dampak

Menurut salah satu petugas SPBU, informasi kenaikan harga BBM non-subsidi baru diterima pada Sabtu dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.

"Sekitar pukul 01.00 WIB dini hari itu kami mendapatkan informasi kalau BBM naik. Jadi kami langsung menyesuaikan dengan instruksi yang disampaikan," ucap petugas yang enggan disebutkan namanya tersebut.

Baca juga: Lonjakan Harga BBM 18 April 2026: Pertamax Turbo Rp19.400, Pertamina Dex dan Dexlite Ikut Meroket

Petugas SPBU menambahkan, situasi saat pergantian harga cenderung sepi, berbeda jauh dengan kejadian pada 1 April 2026 lalu yang diwarnai kepanikan warga.

"Kemarin saat pergantian harga sepi sekali. Beda dengan 1 April kemarin. Orang pada panik sampai mengantre panjang. Kali ini tidak seperti itu," jelasnya.

Dampak kenaikan harga ini diprediksi baru akan terasa secara signifikan dalam dua hingga tiga hari ke depan, di mana masyarakat kemungkinan besar akan beralih memburu BBM subsidi.

"Kalau sekarang masih belum. Nanti 2-3 harian akan terasa. Mungkin yang naik ini kan BBM non subsidi. Seandainya BBM subsidi akan beda. Dampaknya langsung terasa seperti 1 April kemarin," ungkap petugas tersebut.

Kondisi SPBU Swasta di Kawasan Suhat

Pemandangan berbeda terlihat pada dua SPBU swasta lainnya di kawasan Suhat, yakni SPBU BP dan SPBU Shell.

Di SPBU BP, sempat terjadi antrean pembelian baik untuk roda dua maupun roda empat, meski antrean tersebut tidak sampai mengular ke jalan raya.

Baca juga: Berita Arema FC Hari Ini Populer: Siasat Marcos Santos Bungkam Persis Solo, Misi Frigeri Cleansheet

Sementara itu, SPBU Shell tampak sangat sepi tanpa aktivitas pengisian BBM.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved